Kolaborasi alumni Fakultas Biologi dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menghasilkan prestasi dalam The 4th International Student Symposium (SIMIT) 2026 yang diselenggarakan pada 17-18 Oktober 2026 di Ankara, Turki dan daring. Dalam ajang ilmiah internasional tersebut, Venna Firena, mahasiswa S1 Biologi Fakultas Biologi Unsoed, meraih penghargaan Best Presenter kategori Online.
SIMIT 2026 diikuti oleh peserta dari Indonesia, Turki dan negara lain, termasuk mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. Berdasarkan berita acara, kegiatan ini menerima 127 pendaftar dengan 81 abstrak terpilih untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Dari peserta yang lolos seleksi, sebanyak 68 persen melanjutkan proses penyusunan dan pengumpulan artikel ilmiah lengkap (full paper). Dari 81 peserta tersebut, sebanyak 55 peserta lolos ke tahap presentasi lisan (oral presentation). Komposisi peserta yang lolos terdiri atas 47% mahasiswa sarjana (S1), 38% mahasiswa magister (S2), 7% mahasiswa doktoral (S3), dan sisanya merupakan peserta dari kalangan profesional. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 7 dari total 13 penghargaan diberikan kepada mahasiswa S1. Salah satunya adalah penghargaan Best Presenter kategori Online yang diraih Venna Firena.
Karya ilmiah yang dipresentasikan berjudul “Food Contamination Mechanisms and Safety Protocols in the National Free Nutritious Meal (MBG) Program: A Systematic Review”. Artikel ini ditulis oleh Mochammad Rezky Darmawan dari Department of Biology, Ege University, İzmir, Türkiye; Fajar Fatkhurrohman, Pramudya Wisanggeni, dan Haris Raditya Subandrio sebagai peneliti independen di Indonesia, yang juga merupakan Alumni Fakultas Biologi Unsoed. Anggota lainnya adalah mahasiswa Fakultas Biologi dan diantaranya Venna Firena (S1 Biologi), Melvina Luthfiyah (S1 Biologi Terapan), dan Ayu Mariyam (S1 Mikrobiologi) dan Slamet Nurul Illahi (S1 Teknologi Pangan) dari Faperta Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia.
Kajian ini membahas mekanisme kontaminasi pangan serta penerapan protokol keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Topik ini diangkat untuk menyoroti pentingnya upaya pencegahan risiko kontaminasi yang dapat mempengaruhi keamanan makanan dan kesehatan penerima manfaat program. Melalui kajian tersebut, tim menekankan pentingnya penguatan prosedur keamanan pangan, penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), peningkatan higiene dan sanitasi penjamah makanan, serta pemantauan suhu dan waktu penyimpanan maupun distribusi. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan program MBG agar berjalan secara aman dan sesuai dengan tujuannya.
Mochammad Rezky Darmawan, selaku penulis utama menyampaikan bahwa proses penyusunan artikel ilmiah melalui diskusi dan analisis turut menumbuhkan harapan agar setiap program pemerintah disertai langkah pencegahan yang tepat. “Seiring dengan proses penulisan dan analisis atas gagasan yang kami diskusikan, tersirat harapan agar setiap program pemerintah senantiasa disertai langkah-langkah preventif dengan mempertimbangkan masukan dari para ahli maupun masyarakat, sehingga tujuan program dapat tercapai secara tepat,” ujarnya.
Partisipasi dalam SIMIT 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan alumni Unsoed untuk memperluas kolaborasi akademik, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menyampaikan hasil kajian ilmiah kepada komunitas internasional. Kolaborasi lintas institusi dan lintas generasi ini juga menunjukkan bahwa jejaring akademik dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan yang relevan dengan persoalan masyarakat.
Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman untuk terus mengembangkan kapasitas akademik, menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat, serta berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional maupun internasional.








