GRABAG – Langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan inovasi pertanian berkelanjutan kembali ditegaskan melalui pertemuan koordinasi antara Pemerintah Kecamatan Grabag dan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pertemuan bertajuk “Membangun Sentra Kakao Berbasis Swadaya Masyarakat” tersebut diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Camat (Sekcam) Grabag.
Inisiatif ini dirancang sebagai forum strategis untuk menyelaraskan program inovasi daerah di bidang pertanian, sekaligus bentuk pengabdian serta pendampingan keilmuan dari civitas akademika Fakultas Biologi Unsoed kepada masyarakat.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah
Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Camat Grabag, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., serta perwakilan akademisi Fakultas Biologi Unsoed, Drs. Aris Mumpuni, M.Phil. Kedua belah pihak mendiskusikan pemetaan potensi wilayah Kecamatan Grabag yang akan difokuskan sebagai pusat pengembangan dan penanaman kakao berbasis swadaya.
Program ini mengusung pendekatan kolaboratif lintas sektor yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan. Pengembangan sentra kakao tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada tata kelola ekonomi lokal yang partisipatif dan inklusif.
Kolaborasi Multipihak untuk Keberlanjutan Program
Pembangunan sentra kakao di Kecamatan Grabag akan diwujudkan melalui skema kerja sama multipihak (multi-stakeholder partnership) yang melibatkan empat elemen kunci:
-
Fakultas Biologi Unsoed: Memberikan dukungan akademik, keahlian riset, dan pendampingan teknis budidaya.
-
Pemerintah Kecamatan Grabag: Memfasilitasi kebijakan, kelembagaan pemerintahan, dan koordinasi kewilayahan.
-
LSM Komunitas Anteng Lereng: Memimpin pendampingan sosial, pengorganisasian, dan penguatan kelompok masyarakat di lapangan.
-
PT. Karya Baru Indonesia: Bertindak sebagai mitra sektor usaha untuk menjamin kepastian rantai pasok dan penyerapan pasar.
Melalui integrasi peran ini, program tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, tetapi juga menjamin keberlanjutan bisnis dari hilir ke hulu.
Pengungkit Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Sekretaris Camat Grabag, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., mengungkapkan optimismenya terhadap dampak positif dari pembangunan sentra kakao ini. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal secara terencana dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi warga.
“Inovasi sentra kakao ini diharapkan dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal Kecamatan Grabag,” ujar Nanang.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi percontohan (model project) bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat kecamatan. Dengan menggabungkan kepakaran ilmiah Fakultas Biologi Unsoed dan kekuatan swadaya masyarakat, Kecamatan Grabag optimistis mampu mewujudkan kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.