Dalam upaya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan laboratorium alam (living lab), Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Baturraden Adventure Forest (BAF) pada Selasa, 22 September 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB di area BAF ini menjadi pijakan strategis dalam kolaborasi riset, edukasi, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi komprehensif mengenai Kerangka Acuan Kerja (KAK) guna memetakan potensi dan arah kolaborasi secara terukur. Usai diskusi, jajaran pimpinan dan tim akademika melakukan walking around venue untuk meninjau langsung fasilitas serta ekosistem BAF yang akan difungsikan sebagai ruang pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) dan sarana riset keanekaragaman hayati. Agenda utama kemudian dipungkasi dengan penandatanganan dokumen nota kesepahaman antara kedua belah pihak.
Sebagai tuan rumah, sambutan pertama disampaikan oleh Hadi Susanto, S.Si., yang memaparkan sejarah singkat terbentuknya BAF hingga berkembang menjadi kawasan wahana petualangan dan edukasi berkonsep ekowisata. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Co-Founder BAF, Bilwan Feryanto, yang menyambut hangat kemitraan ini serta menegaskan komitmen BAF dalam mendukung ikhtiar pelestarian lingkungan berbasis sains.
Dekan Fakultas Biologi Unsoed, Prof. Dr. Agus Nuryanto, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terwujudnya kerja sama strategis ini. Beliau menyambut baik kolaborasi yang mencakup bidang Konservasi, Living Lab, dan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di kawasan BAF.
“Sinergi ini merupakan langkah konkret Fakultas Biologi Unsoed dalam menghadirkan ruang pembelajaran dinamis bagi civitas akademika. Kawasan Baturraden Adventure Forest memiliki potensi ekologis yang sangat kaya, sehingga sangat ideal dijadikan living lab untuk kegiatan riset, edukasi konservasi, serta pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” tegas Prof. Agus Nuryanto.
Melalui penandatanganan MoU ini, kedua lembaga berkomitmen untuk menciptakan program-program terintegrasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan lereng Gunung Slamet sekaligus meningkatkan kualitas capaian akademik mahasiswa dan dosen Fakultas Biologi Unsoed. (AT-2026)