Fakultas Biologi Unsoed Inisiasi Inovasi “Kakao BERDAYA”: Pendampingan Berbasis Riset Dorong Ekonomi Lokal di Kecamatan Grabag

Bagikan

Facebook
WhatsApp
Email

PURWOKERTO – Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)  resmi menerjunkan tim akademisi yang dikoordinir oleh Drs. Aris Mumpuni, M.Phil. dalam program pendampingan berbasis riset bertajuk Kakao BERDAYA (Kakao Berbasis Swadaya Masyarakat) di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, pada tahun 2026. Program inovasi ini hadir sebagai solusi strategis untuk menjawab permasalahan lingkungan lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya daerah.

Latar Belakang dan Urgensi Program

Pengembangan potensi usaha bagi Komunitas Anteng Lereng di Kecamatan Grabag ini dilatarbelakangi oleh tantangan ekologi dan ekonomi yang dihadapi Pemerintah Daerah serta masyarakat Kabupaten Purworejo. Dua masalah utama yang menjadi sorotan adalah:

  • Pertumbuhan Melimpah Eceng Gondok: Populasi tanaman eceng gondok yang tak terkendali di sejumlah embung wilayah Purworejo.

  • Optimalisasi Pemanfaatan Pupuk Organik: Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan baku pupuk organik serta tata niaganya yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

Upaya konversi limbah gulma air menjadi pupuk penyokong budidaya kakao ini sangat relevan dengan isu global dan perhatian nasional mengenai pemanfaatan sumber daya lokal berkelanjutan (local resource-based empowerment).

Tiga Unsur Kebaruan Program

Sebagai bentuk kontribusi keilmuan perguruan tinggi, inovasi Kakao BERDAYA mengusung pendekatan berbeda dibandingkan program pemberdayaan konvensional melalui tiga unsur kebaruan:

  1. Pendampingan Berbasis Riset: Keterlibatan aktif Fakultas Biologi Unsoed dalam mengawal aplikasi riset biologi, mulai dari formulasi pupuk organik eceng gondok hingga teknik budidaya kakao yang efektif.

  2. Penguatan Kelembagaan Lokal: Menjadikan Komunitas Anteng Lereng sebagai subjek dan penggerak utama di lapangan demi menjamin kemandirian kelompok.

  3. Kemitraan Pasar Hulu–Hilir: Kolaborasi strategis dengan pihak swasta sejak awal untuk memastikan kepastian penyaluran hasil panen dan keberlanjutan bisnis petani.

Mekanisme dan Skema Kerja Inovasi

Pelaksanaan program Kakao BERDAYA dijalankan melalui empat tahapan sistematis:

  1. Pendaftaran Anggota: Petani mendaftarkan diri secara resmi menjadi bagian dari Komunitas Anteng Lereng.

  2. Pendampingan dan Monitoring Kelembagaan: Petani mendapatkan pembinaan, motivasi, serta arahan teknis berkala mengenai tata cara budidaya kakao berkelanjutan.

  3. Fasilitasi Bibit Kakao: Penyaluran bantuan bibit kakao berkualitas kepada petani yang memenuhi kriteria kepemilikan lahan pribadi.

  4. Penyerahan dan Pemasaran Hasil: Hasil panen kakao dikumpulkan dan disalurkan melalui rantai pasok yang terintegrasi dengan mitra swasta.

Melalui sinergi antara kepakaran akademis Fakultas Biologi Unsoed, komitmen Komunitas Anteng Lereng, serta dukungan sektor swasta, inovasi Kakao BERDAYA diharapkan dapat menjadi model percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis riset yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Kecamatan Grabag.

Berita terbaru

Dalam upaya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan laboratorium alam (living lab), Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Baturraden Adventure Forest (BAF) pada Selasa, 22 September 2026. Acara yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB di area BAF ini menjadi pijakan strategis dalam kolaborasi riset, edukasi, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi komprehensif mengenai Kerangka Acuan Kerja (KAK) guna memetakan potensi dan arah kolaborasi secara terukur. Usai diskusi, jajaran pimpinan dan tim akademika melakukan walking around venue untuk meninjau langsung fasilitas serta ekosistem BAF yang akan difungsikan sebagai ruang pembelajaran luar ruangan (outdoor

GRABAG – Langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan inovasi pertanian berkelanjutan kembali ditegaskan melalui pertemuan koordinasi antara Pemerintah Kecamatan Grabag dan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pertemuan bertajuk “Membangun Sentra Kakao Berbasis Swadaya Masyarakat” tersebut diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Kerja Sekretaris Camat (Sekcam) Grabag. Inisiatif ini dirancang sebagai forum strategis untuk menyelaraskan program inovasi daerah di bidang pertanian, sekaligus bentuk pengabdian serta pendampingan keilmuan dari civitas akademika Fakultas Biologi Unsoed kepada masyarakat. Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Camat Grabag, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., serta perwakilan akademisi Fakultas Biologi Unsoed, Drs. Aris