Biochar-Microbial Consortium ide kreatif dari mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed guna solusi kerusakan lahan akibat pertambangan

Aktivitas pertambangan yang dilakukan terus menerus tentunya akan menyebabkan  kerusakan lingkungan, khususnya tanah menjadi terdegradasi, kehilangan struktur, miskin unsur hara, dan tidak lagi mampu menopang kehidupan. Kegiatan Reklamasi sering kali hanya menyentuh permukaan, memperbaiki fisik tetapi belum menghidupkan kembali fungsi biologis tanah.

Isu ini, menarik perhatian mahasiswa dari Fakultas Biologi untuk menuangkan  ide gagasannya dalam bentuk essay yang berjudul BMC (Biochar-Microbial Consortium) Restorasi Biologis Berbasis Ekonomi Sirkular Sebagai Katalisator Pertambangan Hijau di Indonesia”. Essay ini mendapatkan penghargaan berupa Bronze Medal Kategori Lingkungan

dalam kompetisi tingkat Nasional PEKAN ESSAY NASIONAL 2 (PENA 2) yang diselenggarakan oleh Pena Competition dan Universitas Dhyana Pura Bali pada 2-3 Mei 2026. Perlombaan ini dilaksanakan pada tanggal 2-3 Mei 2026 di Universitas Dhyana Pura Bali. Pada tahap grandfinal terdapat 73 tim dari seluruh indonesia  yang berkompetisi pada 8 subtema yang dilombakan.Sedangkan pada subtema lingkungan ada 25 tim.

Kolaborasi antara mahasiswa dua program studi S1 Mikrobiologi dan S1 Biologi Fakultas Biologi Unsoed,  Nur Alya,  Hasna Novia Rohimah Firdiyani serta Sankan Dipa memanfaatkan limbah serbuk kayu dan konsorsium mikroba untuk mengembalikan unsur hara yang berada di dalam tanah. Pendekatan berbasis Biochar dan Konsorsium Mikroba sebagai solusi terintegrasi. Biochar berperan dalam memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, sementara mikroba mengaktifkan kembali siklus nutrisi yang esensial bagi pertumbuhan tanaman. Biochar dari limbah biomassa memiliki struktur berpori yang luas, yang tidak hanya meningkatkan retensi air dan stabilitas tanah, tetapi juga membentuk micro refugia yang melindungi mikroba dari kondisi ekstrim seperti kekeringan, fluktuasi pH, dan toksisitas logam berat. Dalam micro refugia inilah, mikroba dapat bertahan, berkembang, dan menjalankan fungsinya secara optimal. Mikroorganisme seperti Azotobacter spp dan Bacillus spp berperan dalam mengaktifkan kembali siklus nutrisi, menyediakan nitrogen dan fosfor yang esensial bagi pertumbuhan tanaman. Pendekatan ini tidak hanya menawarkan alternatif reklamasi yang lebih efektif, tetapi juga membuka peluang dalam pemanfaatan limbah.

Ide ini tidak lepas dari arahan dan bimbingan dari dosen Dr. Rizal Khoirun Alfisah, S.Si., M.Si. Dengan demikian, solusi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.

Nur Alya, Hasna Novia Rohimah Firdiyani serta Sankan Dipa mendapatkan Bronze Medaldalam kompetisi tingkat Nasional PEKAN ESSAY NASIONAL 2 (PENA 2) yang diselenggarakan oleh Pena Competition dan Universitas Dhyana Pura Bali.

 

admin

admin

Leave a Replay