Pada hari ini, Jumat, 6 Maret 2026, telah dilaksanakan kegiatan Kajian Amaliyah Ramadhan bertempat di Fakultas Biologi Unsoed. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tenaga pendidik, dosen dan siswa PKL dengan menghadirkan narasumber Drs. Sabar Munanto, M. Ag yang menyampaikan materi mengenai “Perjalanan spiritual dalam mengendalikan nafsu“, dalam kajian tersebut beliau menjelaskan bahwa manusia memiliki beberapa tingkatan nafsu yang menggambarkan keadaan spiritual seseorang. Tingkatan pertama adalah nafsu ammarah, yaitu keadaan ketika seseorang cenderung mengikuti hawa nafsunya. Orang pada tahap ini sering mengabaikan ibadah seperti sholat, pengajian, atau puasa, meskipun mengaku beragama Islam, karena nafsunya masih lebih dominan daripada kesadarannya.
Tingkatan berikutnya adalah nafsu lawwamah, yaitu ketika seseorang sudah memiliki dorongan untuk beribadah dan berbuat baik, tetapi belum konsisten. Ia sering berniat melakukan kebaikan, namun tidak selalu terlaksana. Ketika berbuat kesalahan, ia menyesal, tetapi terkadang kembali mengulanginya.
Selanjutnya adalah nafsu mulhimah, yaitu keadaan ketika seseorang mulai mendapatkan ilham untuk berbuat baik. Pada tahap ini, akal dan nafsu berada pada posisi yang seimbang sehingga seseorang lebih cepat menyadari kesalahan dan berusaha untuk bertaubat.
Tingkatan yang lebih tinggi adalah nafsu mutmainnah, yaitu jiwa yang tenang karena nafsu sudah dapat dikendalikan oleh akal yang dibimbing oleh ilmu dan keimanan. Oleh karena itu, seseorang dianjurkan untuk terus mencari ilmu, baik melalui pengajian maupun belajar dari berbagai sumber, agar akal dapat membimbing dan mengendalikan nafsu dengan baik.
Setelah itu terdapat nafsu radhiyah, yaitu keadaan ketika seseorang mampu menerima segala ketentuan Allah dengan penuh keridaan, baik dalam keadaan senang maupun susah. Kemudian nafsu mardhiyah, yaitu ketika seseorang tidak hanya ridha terhadap ketentuan Allah, tetapi juga diridhai oleh Allah karena kesabaran dan keimanannya.
Tingkatan terakhir adalah nafsu kamilah, yaitu nafsu yang sempurna. Pada tahap ini seseorang memiliki keimanan, kesabaran, dan kepasrahan yang sangat tinggi kepada Allah. Contohnya dapat dilihat pada kisah para nabi dan orang-orang saleh yang tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian hidup, sehingga hidupnya dipenuhi keberkahan dari Allah SWT







