Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

TRI WIDHAYANTI | B1J013042

Pendadaran
Kandidat Sarjana TRI WIDHAYANTI | B1J013042
Waktu Mulai 6 November 2017 - 9:00am
Waktu Selesai 6 November 2017 - 10:30am
Lokasi R. Rapat Ex. Zoologi
Penelaah I Drs. Oedjijono, M.Sc.
Penelaah II Dra. Endang Srimurni K, S.U., Ph.D.
Penelaah III
Penelaah IV
Penelaah V
Judul Skripsi

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL MISELIUM

Coprinus comatus DENGAN WAKTU INKUBASI BERBEDA

Sinopsis Skripsi

Salah satu jamur edible dan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional yaitu jamur Coprinus comatus. Senyawa yang terkandung di dalam jamur C. comatus seperti senyawa fenol, flavonoid, dan terpenoid diketahui dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antidiabetes, antikanker dan antioksidan. Senyawa antioksidan  banyak  terdapat  pada  bagian  tubuh  buah  dan  juga  miselium  jamur C. comatus. Senyawa antioksidan pada miselium dapat diperoleh dengan menumbuhkan miselium pada medium cair, dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi. Lama waktu inkubasi miselium dapat berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan jamur serta kemampuan jamur dalam  memproduksi senyawa  antioksidan, karena kecepatan pertumbuhan miselium berbeda pada tiap jenis jamur, sehingga tiap jenis jamur membutuhkan waktu inkubasi yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu inkubasi optimal pada  miselium  C.  comatus  serta  untuk  mengetahui  lama  waktu  inkubasi  dari miselium C. comatus yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi.

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan waktu inkubasi miselium 7, 14, 21 dan 28 hari, miselium kemudian diekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Aktivitas antioksidan ekstrak miselium jamur diuji menggunakan  uji  DPPH  (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl).  Parameter  yang  diukur pada penelitian ini yaitu persen aktivitas penangkapan radikal bebas, berat kering, total fenol, kandungan senyawa flavonoid, serta kandungan senyawa terpenoid. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%, data yang menunjukkan berbeda nyata dilanjutkan denga uji Beda Nyata Terkecil (BNT).

Hasil yang diperoleh yaitu miselium dengan lama waktu inkubasi 28 hari memiliki rata-rata bobot kering miselium tertinggi sebesar 0,07 g dan terendah pada inkubasi 7 hari yaitu 0,02 g. Kandungan total fenol ekstrak pada lama waktu inkubasi

7 hari 2,72 ppm, 14 hari 3,55 ppm, 21 hari 7,41 ppm dan 28 hari 4,75 ppm. Berdasarkan uji fitokimia ekstrak C. comatus menunjukkan reaksi positif terhadap uji flavonoid  dan  terpenoid.  Hasil  uji  DPPH  dan  penghitungan  nilai  IC50   diketahui ekstrak miselium dengan waktu inkubasi 28 hari memiliki aktivitas antioksidan yang paling baik yaitu599,96 ppm.

 

One of the edible fungi and that can be utilized as raw materials of traditional medicine is Coprinus comatus. The compound that contained in this fungus are phenolic, flavonoid and terpenoid that known to be utilized as anti bacterial, anti diabetic, anti cancer and antioxidant. The antioxidant compounds are mostly found in the part of fruit body and also mycelium of C. comatus. The antioxidant compounds from mycelium can be produced by growing the mycelium in liquid medium and continued with extraction process. The length of incubation time may affect toward the growth of fungi and also the ability of fungi to produce antioxidant compounds, because the speed of mycelium growth are different on every kind of fungi, so that every kind of fungi need a certain incubation time to get the optimal result. The aim of  this  research  were  to  know  the  most  optimal  length  of  incubation  time  for C. comatus mycelium and to know the most optimal length of incubation time for C. comatus mycelium that has the highest antioxidant activity.

The research method that used in this study was an experimental using Completely   Randomized   Design   with   different   treatments   of   the   mycelium incubation time start from 7, 14, 21 and 28 days, and then the mycelium were extracted using maceration method with ethanol solvent. The antioxidant activity of mycelium extract tested by DPPH test (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Parameters that measured in this research were the percentage of free radical catching, the dry weigth, phenol total, the content of flavonoid compound and also the content of terpenoid  compound.  Data  analysis  was  carried  out  by  Analysis  of  variance (ANOVA) with the error rate 5%, the data that showed significantly different then calculated by Least Significant Difference test (LSD).

The results showed that the mycelium with the length of incubation time 28 days has the highest rate of mycelium dry weight of 0,07 g and the lowest was in the length of incubation time 7 days of 0,02 g. The content of phenol total in the length of incubation time 7 days was 2,72 ppm, 14 days was 3,55 ppm, 21 days was 7,41 ppm and 28 days was 4,75 ppm. Based on the phytochemistry test, C. comatus extract showed positive reaction toward the flavonoid and terpenoid test. The result of DPPH test and the calculation of IC50 value were known that mycelium extract with incubation time of 28 days has the highest antioxidant activity of 599,96 ppm.

Halaman ini »