Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Syfa Nur Mawaddah | B1J013174

Pendadaran
Kandidat Sarjana Syfa Nur Mawaddah | B1J013174
Waktu Mulai 13 June 2017 - 9:00am
Waktu Selesai 13 June 2017 - 10:30am
Lokasi R. Rapat Ex. Biolingk
Penelaah I Dra. Wiwik Herawati, MSc.
Penelaah II Dra. Kamsinah, M.P.
Penelaah III
Penelaah IV
Penelaah V
Judul Skripsi

Keanekaragaman   Genetik   Beberapa   Kultivar Salak Pondoh (Salacca Zalacca‘Pondoh’) Berdasarkan Teknik Rapd Di Banyumas

Sinopsis Skripsi

Salak [Salacca zalacca(Gaertn.) Voss] merupakan jenis tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Buah tanaman ini sangat dikenal dan banyak digemari masyarakat Indonesia. Buah salak banyak diekspor ke berbagai negara di dunia. Salah satu kultivar tanaman salak yang ada di Indonesia adalah salak pondoh. Salak pondoh memiliki nilai komersial tinggi dibandingkan salak kultivar lain karena rasanya manis dan tidak asam walaupun masih muda. Keunggulan tersebut menyebabkan pentingnya studi eksplorasi tanaman salakpondoh. Studi eksplorasi keanekaragaman genetik salak pondoh berbasis molekuler penting bagi upaya pemuliaan salak pondoh agar tetap menjadi komoditi utama di Indonesia. Upaya pemuliaan dapat diawali dengan menganalisis keanekaragaman genetik salak pondoh.

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahuiprimer yang dapat mendeteksi polimorfisme kultivar salak pondoh dan mengetahui keanekaragaman genetik kultivar salakpondohdi daerah Banyumas dengan menggunakan teknik RAPD. Metode penelitian yang digunakan adalah PCR-RAPD. Amplifikasi menggunakan sembilan primer yaitu OPA-01, OPA-02, OPA-10, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPT-16, OPU-19, dan OPU-20. Variabel yang diamati meliputi pola dan jumlah fragmen DNA. Analisis variabel menggunakan perangkat MEGA 6 untuk menghasilkan konstruksi pohon filogenetik dengan metode UPGMA.

Hasil penelitian menunjukkan semua primer yang digunakan menghasilkan pita-pita DNA yang polimorfik, dari total 97 lokus yang teramati, 94,9% bersifat polimorfik dan 5,1% bersifat monomorfik. Jarak genetik terendah dengan nilai koefisien 0,243 yaitu salak pondoh yang berasal dari daerah Karang Tengah 2 dan Karang Tengah 3. Jarak genetik tertinggi dengan nilai koefisien 0,622 adalah sampel salak pondoh dari daerah Gandatapa dan Kutayasa 2. Fenogram pada koefisien 0,19 atau tingkat kemiripan 79% menghasilkan 3 kelompok salak pondoh di Banyumas.

 

Salak [Salacca zalacca (Gaertn.) Voss] is a type of plant that easy to grow in Indonesia. Fruit of this plant is very well known and favored to Indonesian society. Salakis exported to many countries in the world. One of the best salak fruit cultivar in Indonesia is pondoh. Pondoh has a high commercial value than other cultivars because it tastes sweet although still young. These advantages led to the importance of pondoh exploration studies. Exploration studies of pondoh genetic diversity based on molecular method is important for increasing breeding ability to make pondoh still becoming one of the major commodity in Indonesia. Breeding efforts can be initiated by analyzing the genetic diversity of pondoh.

The molecular techniques that can be used to analyze the diversity of pondoh is Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). The purpose of this study is to determine the primer that can detect polymorphysm in pondoh cultivars and to know the genetic diversity of pondoh cultivars in Banyumas using RAPD technique. Primers that used in this research are OPA-01, OPA-02, OPA-10, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPT-16, OPU-19, and OPU-20. Variable observed including the patterns and the number of DNA fragments. Analysis of variables using MEGA 6 to produce phenogram.

The result showed that all primers that used in this research produce polimorphic DNA Fragments, with precentage of 94,9% polymorphic and 5,1% monomorphic from total of 97 loci that observed clearly. The lowest genetic distance with the coefficient value of 0.243 is salak pondoh from Karang Tengah 2 and Karang Tengah 3. The highest genetic distance with the coefficient value 0.622 is the salak pondoh from Gandatapa and Kutayasa 2. Phenogram at the coefficient of 0.19 or similarity level 79 % showed 3 groups of salak pondoh in Banyumas.

Halaman ini »