Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

ANDREANNE POPPY ESTANIA | B1J013128

Pendadaran
Kandidat Sarjana ANDREANNE POPPY ESTANIA | B1J013128
Waktu Mulai 25 April 2017 - 9:00am
Waktu Selesai 25 April 2017 - 10:30am
Lokasi Ruang Rapat Fakultas Biologi
Penelaah I Dra. P Maria Hendrati, M.Si.
Penelaah II Dra. Farida Nur Rachmawati, M.Si .
Penelaah III
Penelaah IV
Penelaah V
Judul Skripsi

Ekspresi  Relatif  Mrna  Brlf1  Epstein-Barr  Virus Dari Biopsi Jaringan  Tumor Dalam Blok Parafin Sebagai Petanda Biologi Patogenesis Karsinoma Nasofaring

Sinopsis Skripsi

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakantumor ganas pada sel epitel nasofaring danmerupakan penyakit multifaktor yang bersifatendemik.Tipe KNF tidak berdiferensiasi (KNF WHO-3) telah terbukti konsisten dengan infeksi EBV. EBV mempunyai dua fase dalam daur infeksinya yaitu fase laten dan fase litik. Gen litik BRLF1 mempunyai fungsi penting sebagai mediator transisi dari fase laten menjadi fase litik. Pengukuran aktivitas mRNA EBV di lokasi tumor primer secara langsung pada daerah nasofaring perlu dilakukankarena lebih mencerminkan patogenesis KNF yang  sesungguhnya dari pada diagnosis serologi dan pengukuran DNA EBV di sirkulasidarah.

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 Epstein-Barr Virus pada beberapa tingkat stadium tumor penderita KNF sebagai  petanda biologi potensial dalam patogenesis KNF. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional yang berbentuk studi seran lintang (cross sectional). Sampel penelitian ini adalah biopsi jaringan tumor dalam blok parafin penderita KNF sebanyak 24 sampel. Sampel tersebut telah didiagnosis pasti sebagai KNF WHO-3 dari hasil pemeriksaan Patologi Anatomi pada Poli Patologi Anatomi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto serta memenuhi kriteria inklusi sampel.Ekspresi relatif mRNA BRLF1 dihitung berdasarkan atas rumus 2-ΔCt. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan ekspresi relatif mRNA BRLF1 stadium yang berbeda.

Nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada 24 sampel KNF berkisar 99,04415959-1097,496026. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV pada stadium awal (n = 5; 544,72420 + 142,614733) lebih tinggi 1,8 kali dibandingkan dengan stadium lanjut (n = 17; 395,68612 + 293,172201), namun peningkatan  ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV tidak bermaknasecara statistik karena didapatkan nilai p=0,130 (p>0,05). Oleh karena itu, ekspresi relatif mRNA BRLF1 EBV dari biopsi jaringan tumor dalam blok parafin tidak berpotensi sebagai petanda biologi molekul patogenesis KNF, khususnya progresivitas tumor pada stadium lanjut KNF.

 

Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignant tumor of epithelial cells of the nasopharynx and is a multifactorial disease that is geographically endemic in the world. The undifferentiated carcinoma is the most common type of NPC and strongly associated with Epstein-Barr Virus (EBV) infection. EBV has two phases in the cycle of infection, latent and lytic phases. BRLF1 lytic gene is required for the switch from latent to lytic infection. The pathogenesis of NPC is more directly reflected by carcinoma-specific viral transcriptional activity at the site of primary tumor.

The aim of this study was to determine the relative expression of mRNA BRLF1 EBV in NPC WHO-3 patient as a potential biomarker of NPC pathogenesis, particularly in tumor progressivity in NPC. This research used an analytical observasional method with a cross sectional study. The samples were the tissue biopsies formalin-fixed embedded paraffin (FFPE) of 24 NPC patients at Pathology Anatomy Departement, RSUD. Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. The relative expression of mRNA BRLF1 EBV was determined by RT-qPCR technique and  calculated by Livak & Schmittgen formula (2-ΔCt).

The relative expression of mRNA BRLF1 EBV in NPC WHO-3 patients on advanced stage was approximately  start from 99.04415959 to 1097.496026. In NPC WHO-3 patients, the relative expression of mRNA BRLF1 EBV  in early stage (n = 5; 544,72420 + 142,614733)increased of 1.8 times compared to late stage (n = 17; 395,68612 + 293,172201), however it was no significance differences statistically (n = 17; df =1; p=0,13). Therefore, the relative expression of mRNA BRLF1 EBV is not a potensial biomarker of NPC pathogenesis, particularly in tumor progressivity on advanced staging.

Halaman ini »