Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

SITI NUR KOMARIAH | B1J012128

Pendadaran
Kandidat Sarjana SITI NUR KOMARIAH | B1J012128
Waktu Mulai 27 April 2017 - 11:00am
Waktu Selesai 27 April 2017 - 12:30pm
Lokasi R. Rapat Ex. Zoologi
Penelaah I Drs. Rochmatino, M.Si.
Penelaah II Dra. Hj. Yulia Sistina, M.Sc., Ph.D.
Penelaah III
Penelaah IV
Penelaah V
Judul Skripsi

Pengaruh Bap Dan Naa Pada Pembentukan Plantlet Tebu (Saccharumofficinarum L.) Kultivar Kijang Kencana Dalam Kultur In Vitro

Sinopsis Skripsi

Tebu kultivar kijang kencana merupakan salah satu kultivar tebu unggul dengan pertumbuhan bibit cepat dan seragam, awal pertunasan cepat, dan tahan terhadap beberapa hama dan penyakit seperti penggerek batang dan mosaik, sehingga menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara BAP dan NAA pada pembentukan plantlet tebu (Sacharum officinarum L) kultivar kijang kencana dalam kultur in vitro dan menentukan konsentrasi BAP dan NAA terbaik untuk pembentukan plantlet tebu (sacharum officinarum L) kultivar kijang kencana dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP (B) yang terdiri atas 0 µm (B0), 1 µM (B1), 2 µM (B2), dan 3 µM (B3). Faktor kedua adalah konsentrasi NAA (N) yang terdiri atas 0 µm (N0), 5 µM (N1), 10 µM (N2), dan 15 µM (N3). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel yang akan diamati adalah pembentukan plantlet tebu (Sacharum officinarum L).  Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan plantlet tebu kultivar kijang kencana dalam kultur in vitrodipengaruhi oleh interaksi antara BAP dan NAA yang digunakan. Media MS dengan penambahan 1 µM BAPdan 15 µM NAA merupakan media terbaik untuk memacu pembentukan plantlet tebu kultivar kijang kencana dalam kultur in vitro. Media MS dengan penambahan 3 µM BAP  tanpa NAA mampu menghasilkan jumlah tunas dan daun tebu kultivar kijang kencana terbanyak dalam kultur in vitro.

 

Kijang kencana sugarcane cultivar is one of the top sugarcane cultivars which has rapid and uniform seedling grow, fast and early sprouting, and resistant to some pests and diseases such as stem borers and mosaics, which therefore very attractive to develop. This research has been carried out with a view to study the effect of the interaction between BAP and NAA on plantlet formation of sugarcane (Sacharum officinarum L) cultivar kijang kencana in in vitro culture as well as to determine the best BAP and NAA concentrations for the formation of plantlet of sugarcane (sacharum officinarum L) cultivar kijang kencana in in vitro culture. The research has been carried out experimentally using a completely randomised design (CRD) on factorial treatment patterns. The first factor was BAP (B) which consisted of 0 μM (B0), 1 μM (B1), 2 μM (B2), and 3 μM (B3). The second factor was the concentration of NAA (N) i.e. 0 μM (N0), 5 μM (N1), 10 μM (N2), and 15 μM (N3). Each treatment combination was repeated three times, resulted in 48 experimental units. The variable observed was the formation of sugarcane plantlets (Sacharum officinarum L). The measured parameters included the number of shoots, plant height, the number of leaves, and the number of roots. The data obtained was analyzed using an analysis of variance (ANOVA), followed by the LSD on 95% level of confidence.  The research results showed that plantlet formation of kijang kencana sugarcane cultivar in in vitro culture was controlled by the interaction between BAP and NAA used.  MS media supplemented with 1 µM BAP and15 µM NAA was found to be the best treatment to induce plantlet formation of kijang kencana sugarcane cultivar in in vitroculture. It was also found that MS media supplemented with 3 µMBAP was able to stimulate the highest number of shoots and leaves formed inkijang kencana sugarcane cultivar in in vitro culture.

Halaman ini »