Tim Pengabdian UNSOED Lakukan Pendampingan Pemanfaatan Azolla sebagai Substitusi Pakan Entok pada Kelompok Peternak di Desa Mandirancan Kec. Kebasen Kab. Banyumas

hh

Budidaya entok, sebagai salah satu sumber protein alternatif bagi masyarakat, umumnya terkendala harga pakan yang mahal sehingga tidak berkembang menjadi sebuah usaha atau bisnis yang serius. Padahal, permintaan daging entok di masyakarat terus meningkat terutama pada momen tertentu seperti hari raya. Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, Tim Dosen yang terdiri dari Atang, S.Si, M.Si (Fak. Biologi), Ir. Bahrun, M.P. (Fak. Peternakan), Okti Herliana, S.P., M.P. (Fak. Pertanian) dan Ahmad Fauzi, S.P., M.P. (Fak. Pertanian) melakukan kegiatan pengabdian yang mengenalkan azolla sebagai substitusi pakan ternak entok di Kelompok Ternak Desa Mandirancan Kec. Kebasen.

Sepuluh peternak yang tergabung dalam kelompok ternak Sekar Tani desa Mandirancan menjadi sasaran kegiatan ini. Sejak April 2019 peternak secara intensif mendapatkan pelatihan budidaya entok dan azolla serta diberikan bantuan berupa perbaikan kandang, bibit entok, benih azola dan kolam terpal untuk budidaya azolla. Menurut Kuat Priyanto, peternak yang menjadi ketua kelompok, dengan menggunakan azolla biaya pakan dapat dikurangi karena dari kolam 3 x 4 m setiap harinya dapat dipanen 4 kg azolla basah yang cukup untuk memberi makan 20 ekor entok dewasa. Selain menghemat biaya pakan, budidaya azolla juga menghemat waktu peternak sehingga dapat melakukan kegiatan produktif lainnya, begitu lanjut Kuat yang juga sibuk mengajar di SKB Purwokerto.

gg
Penyuluhan budidaya entok dan azolla sebagai sumber pakan substitusi

Azolla merupakan tanaman paku yang mengambang di permukaan air dengan struktur yang terdiri dari cabang, batang, daun dan akar layang, tersebar luas di daerah tropis dan tumbuh secara alami di areal perairan seperti kolam, danau, sawah. Menurut Atang sebagai ketua tim pengabdian, penggunaan azolla sebagai substitusi pakan ternak entok adalah karena azolla mengandung protein tinggi (19-28% berat kering) dengan kandungan asam amino lengkap sehingga mampu mengganti pakan entok hingga 50%. Selain dari aspek nutrisinya, keunggulan azolla adalah pertumbuhannya yang cepat dan sangat mudah dibudidayakan.
Untuk membangun sistem produksi yang mandiri, kelompok diarahkan untuk dapat memproduksi DOD sendiri sehingga memangkas biaya modal dan diharapkan dapat menjadi embrio bisnis baru yaitu produksi DOD. Oleh karena itu diberikan pula bantuan berupa mesin tetas otomatis berkapasitas 150 telur untuk dikelola oleh kelompok. Saat ini telah dilakukan seleksi entok yang akan dijadikan bibit petelur dilihat dari ukuran, bobot, postur dan kesehatannya. Menurut Bahrun yang merupakan tenaga pengajar Fakultas Peternakan, pemberian azolla pada ternak unggas dapat meningkatkan jumlah dan kualitas telur, yang pada akhirnya daya tetasnya dan kualitas DOD yang dihasilkan juga akan meningkat.

rr
Rencana produksi DOD kelompok menggunakan mesin tetas otomatis

Kegiatan yang didanai DRPM-Kemenristekdikti ini diharapkan dapat membentuk sistem produksi ternak entok yang berkelanjutan sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat desa Mandirancan yang secara geografis berada di sekitar hutan dimana cukup riskan terjadi perusakan apabila perekonomian warga kurang baik.