Faculty of Biology

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Mengelola Waktu

Kita bukanlah objek waktu melainkan subjek pengguna waktu, sudah seharusnya kita bisa mengatur peruntukkannya untuk membentuk diri kita. (Waidi)

“Hal-hal yang tidak penting tidak pernah boleh berada di bawah kekuasaan hal-hal yang paling tidak penting” (Ghote)

Pepatah mengatakan waktu adalah pedang! Dikatakan pedang, karena pedang adalah senjata. Senjata untuk melawan musuh diri kita masing-masing yakni kemalasan. Waktu menjadi pedang (senjata) ampuh bila kita pandai memanfaatkannya. Bila kita pandai mengelola waktu dengan efektif sejumlah skill kita peroleh. Kehidupan akan berihak pada kita.Sebaliknya bila kita lalai memanfaatkan secara optimal perdetiknya, maka pedang itu akan membunuh diri kita sendiri.Kehidupan  akan kejam pada diri kita.Sehebat apa pun potensi diri kita, tidak akan  tumbuh optimal bila tidak diiringi dengan penggunaan waktu secara efektif.

Persoalannya, apakah apakah waktu dapat dikelola? Waktu tidak dapat dikelola ala pengeloaan benda mati atau bahkan ala manajemen sumber daya manusia. Karena yang namanya waktu terus bergulir detik demi detik, tak satu pun kekuatan di bumi ini yang mampu mengembalikan laju perputaran waktu, kecuali Tuhan. Waktu tidak dapat diputar ke belakang. Jadi, siapapun kehilangan waktu, adalah kerugian besar.

Waktu memang tidak mungkin diputar ke belakang. Tetapi kita bukanlah objek waktu, kita adalah subjek pengguna waktu. Kita adalah pengguna waktu yang bisa mengatur peruntukkannya. Dengan demikian,  kita akan menjadi orang pandai, bodoh, jadi orang disiplin, bahkan jadi miskin dan kaya sangat tergantung pada efektifitas kita dalam memanfaatkan waktu.

Visi dan misi hidup akan menjadi acuan utama kemana dan untuk apa per detik waktu dimanfaatkan. Bila seseorang tidak memiliki visi dan misi hidup yang jelas, maka tidak jelas pula  per detik waktu digunakan. Sering kali ia tidak mengerti apakah aktifitas hariannya itu mengarah pada visi hidupnya atau tidak, apakah aktifitasnya  itu sesui misi hidupnya atau tidak. Ia nyaris tidak tahu, ia telah kehilangan maksud dan tujuan waktu per detiknya

Tanpa kerangka visi dan misi aktifitas harian seseorang bsa terjebak dalam aktifitas sampah atau remeh-temeh. Celakanya, banyak diantara mahasiswa dan pelajar yang masuk dalam jebakan itu. Mereka tidak menyadari bahwa dirinya masuk dalam jebakan waktu. Mereka sesungguhnya tertidur dalam suatu kesadaran: sadar mereka melakukan aktifitas, tapi aktifitasnya itu mubadzir.

Agar aktifitas kita tidak mubadzir dan berada dalam rel yang benar, Covey (1997) memberikan prinsip pengelolaan waktu. Menurut Covey, terdapat 4 (empat) kuadran pengelolaan waktu.

MATRIK PENGELOAAN WAKTU

Kuadran I :

Genting dan Penting

Kuadran II

Tidak genting dan Penting

Kuadran III :

Genting dan Tidak Penting

Kuadran IV :

Tidak genting dan Tidak Penting

Kuadran I  adalah aktifitas mendesak dan penting. Aktifitas ini juga disebut aktifitas genting dan penting. Disebut genting karena aktifitas itu harus sekarng juga seperti pergi ke dokter ketika anak sakit dan pekerjaan lainnya yang sangat urgen dan segera. Penting adalah aktifitas  visi dan misi hidup kita. Bila aktifitas kita sehari-hari waktunya dihabiskan hanya atau sebagain besar untuk hal-hal genting, maka hal-hal yang penting, yang sesuai dengan visi dan misi hidup kita, hanya akan mendapat porsi yang sangat sedikit. Manusia menjadi mesin produksi, dikejar-kejar terus  nyaris tidak ada istirahat, sehingga tidak ada waktu lagi untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan panggilan hidupnya.

Kuadran II, adalah aktifitas tidak mendesak dan penting, atau tidak genting tapi penting. Pada kuadran ini waktu berada ditangan kita, atau di bawah kontrol kita. Pada kuadran ini kita bisa menggunakan waktu yang penting yaitu yang sesuai dengan visi dan misi hidup kita. Sementra hal-hal yang genting kita eliminir, kemudian kita isi dengan hal-hal penting. Contoh, di tengah kesibukannya saya (genting)  sebagai lower manager, sebagai ayah yang harus menemani anak-anak mengerjakan PR, dan aktifitas genting lainnya, saya tidak mau semuanya itu menyita alokasi waktu  untuk belajar dan menulis.  Begitu pula bila Anda seorang mahasiswa, sesibuk apa pun dengan kegiatan esxtra kurikuler dan kegiatan lainnya, kegiatan belajar harus dialokasikan waktu yang cukup. Karena aktiftas yang terakhir itu adalah suatu aktifitas yang sesuai dengan visi dan misi saya. Singkatnya, pada kuadran ini segenting apa pun aktifitas saya, saya tetap mengalokasikan waktu untuk hal-hal yang penting. Malahan, saya harus lebih banyak mengalokasikan waktu untuk hal-hal yang penting.

Kuadran III, adalah  aktifitas genting dan tidak penting. Bila kita terjebak pada kuadran ini, kita seperti diburu waktu, detik demi detik habis hanya untuk menyelesaikan hal-hal yang genting. Satu masalah selesai, masalah yang lain muncul dan harus segera diselesaikan. Kita sepertinya sibuk bukan main, tetapi kesibukan itu boleh jadi adalah aktifitas yang tidak penting, kegiatan remeh-temeh tapi dijadikan hal yang genting/mendesak. Kita menjadi budak waktu seperti bunglon. Dengan kata lain banyak aksi tanpa visi.

Kuadran IV, adalah aktifitas tidak genting dan tidak juga penting. Bila kita berada dalam kuadran ini, aktifitas yang dilakukan adalah hal-hal yang sepele dan pada umumnya hal-hal yang menyenangkan tapi bisa menyesatkan. Kuadran ini adalah kuadrannya orang-orang yang suka menghindar tanggung jawab, pecundang, dan mau cari enaknya saja.

Dari empat kuadran tersebut di atas, kuadran II (kedua) adalah kuadran waktu yang paling tepat untuk pengembangan potensi diri sesuai visi dan misi hidup kita. Kita boleh sibuk setiap hari, tetapi kesibukan itu harus dalam rangka memenuhi misi dan mencapai visi hidup. Kalau tidak, hidup kita tidak lebihnya adalah budak waktu, dikendalikan oleh waktu, seperti bunglon layaknya. Hidup akan lebih bermakna manakala kita bisa menikmati waktu sesuai dengan panggilan jiwa kita. Maju Terus Pantang Menyerah ! (Waidi)

You are here