Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Ekspedisi Biru2 Blue Diving Club

 Pulau Tidung yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta memiliki sejuta pesona keindahan yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Banyak saung-saung yang dapat dinikmati sambil memandang pasir putih yang menjadi ciri khas tepi pantainya. Wisata bawah laut juga menjadi destinasi pengunjung seperti snorkeling dan diving untuk melihat terumbu karang sambil memberi makan ikan dengan roti. Beragam jajanan juga dapat ditemukan disini dan ada waktu tertentu pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan seperti hari libur atau pun setelah hari raya. Hal tersebut tentu saja akan membawa dampak ikutan, berupa pencemaran wilayah pesisir dan laut. Melihat hal tersebut kami Blue Diving Club, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman melakukan kegiatan bersih pantai (Coastal Cleanup) yang merupakan bagian dari upaya warga dunia untuk perduli terhadap kebersihan lingkungan pesisir. 

Kegiatan bersih pantai (Coastal Cleanup) dilakukan di Pulau Tidung Kecil pada tanggal 09 september 2016 tepat pukul 15.00-17.00 WIB. Sekitar 18 orang ikut ambil dalam kegiatan ini, termasuk juga orang dinas yang berada di lokasi tersebut dan kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok agar menjangkau lokasi yang luas. Setiap kelompok dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan untuk menyisir semua sampah yang terdapat di pantai tersebut. Berdasarkan analisa diperoleh sumber pencemaran yang paling tinggi adalah recreational ( kantong plastic, sedotan, botol, dll) yang mungkin berasal dari wisatan itu sendiri atau terbawa oleh arus dari Jakarta. Dari sisi kuantitas pencemaran yang ada, sebanyak 80% telah berkurang secara kasat mata, sehingga kami berharap kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin yang dapat meningkatkan pemahaman, kepedulian warga dan wisatawan terhadap pentingnya kebersihan pantai.

            

Menurut data pusat penelitian oseanografi LIPI (2012) dalam Greenpeace (2014), hanya 5,3% dari total keseluruhan terumbu karang di Indonesia yang tergolong sangat baik. Sementara 27,18% nya digolongkan dalam kondisi baik, 37,25% dalam kondisi cukup, dan 30,45% dalam kondisi buruk. Pemantauan sebagai salah satu tahapan penting dalam pengelolaan yang berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif berbagai pihak. Maka dari itu pada tanggal 10-11 September 2016, Blue Diving Club melakukan monitoring untuk mendata persentase tutupan terumbu karang yang berlokasi di Pulau Payung Kecil dengan menggunakan metode PIT (Point Intercept Transect). Metode ini adalah metode transek yang paling sederhana dengan protocol length 50 m, dilakukan sebanyak 3 kali replication dengan pengamat sebanyak 5 orang yang melakukan diving. Pengamat berenang sepanjang transek garis dan mencatat kategori bentik yang terletak tepat dibawah transek pada titik-titik tertentu (poin) di sepanjang transek. Pemantauan ekosistem terumbu karang akan lebih baik jika dilaksanakan secara berkala (monitoring). Kegiatan monitoring ini selain akan memberikan informasi terkini juga dapat menganalisis perubahan yang terjadi hingga batas waktu tertentu, mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi, memberikan prospek pencapaian hasil dan masukan-masukan untuk penelitian selanjutnya.  Terima kasih kepada Dinas PBKL Tidung yang telah memberikan bantuannya selama semua kegiatan ini berlangsung. Maju Terus Pantang Menyerah (BDC)

 

 

 

 

Halaman ini »