Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Matematika Sukses

Matematika diciptakan untuk memudahkan berpikir dan bertindak, termasuk tindakan sukses seseorang (Waidi Akbar)
 
Saya sering mendapatkan pertanyaan baik pada saat memberikan kuliah, seminar, training dan pengasuhan rubrik tentang bagaimana saat-saat menghadapi sedang loyo, alias motivasi sedang  berada di titik paling bawah. Seperti kita ketahui bahwa kita sering mengalami titik jenuh, tidak bersemangat, dan berujung pada titik nadirnya yakni: putus asa.
 
Secara normatif dan klise saya sering mengajurkan untuk membaca buku-buku motivasi, pengembangan diri, dan supaya mengikuti seminar-seminar sukses. Atau –seperti yang juga sering dianjurkan oleh konsultan pengembangan diri—kita dianjurkan untuk sesering mungkin melakukan afirmasi diri  (mengucapkan kata-kata positif dengan penuh semangat) seperi: “Saya bisa…!”, “Saya mampu..!”, Saya yakin..!” dan sejenisnya..
 
Namun kali ini saya ingin menyampaikan tip motivasi diri dengan pendekatan ilmu matematik yang saya percaya belum pernah diberikan oleh rekan-rekan motivator lain. Ini bukan berarti saya pintar matematik, sebaliknya saya paling takut dengan matematik. Dari STM masuk FISIP UT dan MBA in Education Leicester University, hanya karena saya takut  matematik. Dalam pendekatan matematik saya mencoba secara spekulatif memaknai rumus perkalian dan rumus pertambahan sebagai salah sumber memotovasi diri.
 
Saya mulai dulu dengan faktor perkalian. Salah satu rumus perkalian dalam matematik adalah bilangan  minus (-) dikalikan (X) dengan bilangan plus (+)  sama dengan (=) negatif (-). Apa artinya bagi pengembangan diri? Artinya, kalau kita melakukan sesuatu tidak konsisten, plin-plan, kadang semangat kadang loyo, kadang disiplin kadang malas bekepanjangan, maka hasilnya bisa ditebak: tidak optimal, malahan bisa gagal alias –dengan bahasa matematik —minus hasilnya.
 
Rumus perkalian berikutnya adalah plus (+) dikalikan  dengan plus (+) hasilnya (=) positif (+). Artinya, sudah sangat jelas bila kita melakukan hal-hal positif, kecil atau besar, cepat atau lambat, akan menghasilkan sesuatu yang postif. Bahkan ada ungkapan yang sangat terkenal yang bahwa berpikir dan bersikap positif dalam situasi apa pun merupakan kunci sukses. Berkali-kali kita melakukan hal yang positif, kita akan mendapatkan skill. Berkali-kali kita berlatih menulis, akan menjadi penulis, berkali-kali kita berlatih dagang, akan menjadi pedagang ulung, dan berkali-kali kita mencoba resep masakan, kita akan menjadi ahli masak.
 
Rumus perkalian lainnya adalah minus (-) dikalikan minus (-) hasilnya  sama dengan positif (+). Yang ini semula membuat saya bingung. Bagaimana bisa melalukan suatu hal yang berkali-kali negatif bisa menjadi positif? Pertanyaan ini mengendap cukup lama di pikiran bawah sadar saya.
 
Jawaban sementara saya peroleh melalui bukunya Billi S Lim berjudul “Berani Gagal”. Membaca bukunya adalah membaca sejarah gagal tentang dirinya selama puluhan tahun. Setiap saat ia mengalami kegagalan (dalam dunia usaha dan pembelajaran), ia rajin menorehkan pengalamannya di buku harian. Pengalaman gagal yang banyak jumlahnya dan dituangkan dalam bentuk buku, ternyata mengundang banyak orang ingin membacanya. Buku yang ditulis dari pengalaman gagal itu akhirnya menjadi buku laris di dunia. Buku itu juga sekaligus mengantarkan Billi menjadi Motivator nomor satu di Asia. Bila pengalaman Billi ini dikembalikan ke rumus matematik (-) X (-) = + (minus dikalikan minus sama dengan positif), maka benar adanya. Bahwa berkali-kali kegagalan akan menuai keberhasilan.
 
Daftar atau cerita tentang keberhasilan dibalik ribuan kali kegalan masih dapat diperpanjang. Sekaligus mengkuhkan rumus matematik bahwa minus dikalikan minus hasilnya positif. Di antaranya adalah Kolonel Sanders yang ribuan kali gagal memasarkan Fried Chicken Kentucky yang akhirnya sukses dipasaran dunia; Suchiro Honda yang ratusan kali gagal mengadakan eksperimen mesin, yang akhirnya ia menemukan mesin mobil/motor Honda seperti sekarang ini; dan Thomas Alfa Edison yang juga telah mengalami ribuan kali percobaan dan gagal  yang akhirnya menemukan lampu neon.
 
Di samping rumus perkalian, rumus pertambahan juga dapat dijadikan sumber motivasi diri. Salah satu rumusnya adalah minus (-) ditambah (+) minus (-) hasilnya (=) minus (-). Artinya, kalau Anda memiliki sejumlah kekurangan, jangan ditambah lagi dengan sejumlah kekurangan lainnya. Sebab, hasilnya  akan semakin berkurang. Contoh, bila Anda memiliki 3 (tiga) kekurangan (tidak pede, pemalu, dan cengeng) ditambah (+)  2 (dua) kekurangan (malas dan suka prasangka buruk) maka hasilnya = 5 kekurangan. Siapa saja yang rajin memelihara dan menambahi kekurangannya, maka hasilnya (=) manusia  yang bannyak kekurangan, manusia tak berdaya.
 
Kekurangan yang ada dalam diri Anda jangan selalu ditambah, melainkan dikurangi dengan cara menambahkan hal-hal yang positif sebanyak-banyaknya. Rumus matematiknya:  - 5 (minus lima) + 10 (plus sepuluh) = +5 (plus lima). Bila Anda memiliki lima kekurangan carilah sepuluh (atau lebih)  hal-hal yang positif, maka hasilnya positif.
 
Mencari hal-hal positif  tidak harus yang ada dalam diri Anda. Teman, kolega, kerabat atau orang lain adalah merupakan sumbr-sumber positif. Contoh, bila Anda merasa memiliki kekurangan (tidak pede misalnya) maka carilah orang-orang yang menurut Anda memiliki kemampuan lebih dalam mengatasi soal pede. Bila itu dilakukan Anda akan ketularan pede. Semakin sering bergabung dengan mereka, maka semakin memiliki rasa pede. Yang keliru,  kadang-kadang, sudah idak pede malah bergabung (menambah teman) dengan orang-orang tidak pede, maka hasilnya tambah tidak pede. Alias, dengan bahasa matematik, minusnya tambah besar.
 
Implikasi lebih lanjut, bila Anda sedang down, sedang loyo, jangan mencari teman-teman yang sedang loyo. Tetapi carilah teman-teman yang sedang bersemangat. Kalau lagi tidak punya modal, jangan minta bantuan kepada mereka yang sedang bangkrut, tapi carilah mereka yang sedang sukses.
 
Tidak sia-sia para pakar matematik menemukan rumus-rumusnya.  Saya percaya perannya dalam dunia sains dan teknologi  luar bisasa. Namun saya tidak tahu  secara persisnya, yang saya tahu penggunaannya dalam mengembangkan diri. Selamat mencoba bila mempercayainya, bila tidak, anggap saja Anda belum pernah baca artikel ini.

Halaman ini »