Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kunjungan ke Istana Jamur : Belajar "Pantang Menyerah" dari Raja Jamur Cianjur

Sebagai bentuk  pengembangan dari program pengabdian masyarakat, KKN Tematik Budidaya Jamur Tiram, diadakan kunjungan ke tempat budidaya jamur. Adalah CV Asa Agro Corporation (AAC) sebagai tempat studi banding,  perusahaan milik Triono Untung Piryadi (“juragan” jamur tiram  atau Si Raja Jamur asal Cianjur), sebagai tempat produksi jamur tiram yang dikenal dengan nama Jamur Si Madu,  pemasok jamur tiram wilayah Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bandung, Jakarta, hingga Yogyakarta  dan pemasok bibit jamur  di daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera hingga pangsa Asia.

Perjalanan  ini sangat menginspirasi  semua peserta rombongan  studi banding, betapa "kegagalan" demi "kegagalan" takkan mampu mematahkan asa, takkan sanggup menghentikan langkah. Pengusaha jamur ini telah membuktikan bahwa "kegagalan" adalah  perjuangan menuju kemenangan yang merupakan proses melipatgandakan energi dan kualitas kerja, sanggup menelan segala yang pahit dengan pantang menyerah.   

Upaya Triono menjadi pengusaha jamur tiram tidak dilalui dengan gampang. Pria  ini  memulai usahanya dengan penuh kesabaran,   strategi  untuk menembus pasar, dirintis dari nol dengan jatuh bangun dan pengalaman kegagalan.  “Bermodal uang tabungan,  saya mulai mengembangkan wirausaha jamur tiram di kebun jamur pada 2001. Hanya menyewa sebuah rumah untuk produksi, sekaligus sebagai rumah tinggal. Kami rela digaji hanya Rp 50 ribu per bulan. Awalnya saya tak bisa menembus pasar, tak habis akal maka bergerilya ke pasar pasar tradisional menawarkan jamur tiram, dengan harga jual Rp 5 ribu/kg. Saat  itu  pasar menolak. Tetapi akhirnya, satu per satu konsumen  membeli jamur tiram produksi saya. Dulu hanya mampu menjual sekitar 5 kg per hari, sekarang hingga 5 ton. Dulu hanya mampu menyewa tanah, pertama di Kampung Ciherang, Cianjur, kemudian berkembang sewa seluas 6 ribu m2 di daerah Warung Kondang, Cianjur dan sejak Tahun 2003 pindah  ke daerah Cugenang-Cianjur hingga saat ini sudah mencapai 3 ha. ” ujar Triono tersenyum sambil mengenang.

Rombongan  yang terdiri dari 2 staff pengajar Fabio pemegang proyek KKN Tematik dan 4 petani jamur binaan asal Posdaya Sida Makmur Kelurahan Karangtalun dan Posdaya Mawar Merah Kelurahan Mertasinga Cilacap utara (Roso, Halimi, Saeran dan Paino) mengupas habis seluk beluk dan asal muasal berdirinya tempat budidaya ini hingga mencapai kesuksesan kini.

Tidak hanya studi banding bersama petani jamur asal Cilacap Utara namun juga kegiatan ini mengajak Mahasiswa  yang mengambil mata kuliah BJM (Biologi Jamur Makroskopis) dengan minat praktek kerja lapangan disana yang bertujuan untuk memberi wawasan. Perjalanan sudah dimulai sejak Kamis (29/12) dengan tiba pertama diruang pertemuan CV.AAC, untuk "sharing" terkait pengelolaan  budidaya jamur tiram. Disitulah rombongan bertemu dengan Triono sang Presdir yang sangat bersemangat sekali menyambut segala permasalahan  yang dibawa para petani jamur asal Cilacap ini. Rombongan kemudian diundang masuk ke area budidaya yang cukup tertutup karena tidak sembarang orang dapat entry disana.
"Studi banding ini dalam rangka upgrading  para petani jamur  yang baru merintis usaha budidaya di Cilacap dan berusaha mencarikan solusi kendala lapangan yang sering ditemui”  ujar Ketua proyek KKN Tematik Budidaya Jamur Tiram Dr. Nuniek Ina Ratnaningngtyas, M.S didampingi anggotanya Ratna Stia Dewi, S.Si., M.Sc.

Di akhir acara, sang Presdir dan jajaran managemenya berfoto bersama Ketua dan anggota proyek, petani jamur Cilacap dan Mahasiswa. (RSD/ES)

Halaman ini »