Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pertumbuhan Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris) pada Tanah Masam yang Diinokulasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran dengan Cara Inokulasi dan Dosis Berbeda

JudulPertumbuhan Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris) pada Tanah Masam yang Diinokulasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran dengan Cara Inokulasi dan Dosis Berbeda
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2011
AuthorsErtanti A
AdvisorsPurnomowati, Dwiputranto U
DegreeS1
KeywordsAcid Soil., Growth, Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA), pertumbuhan, Semangka (Citrullus vulgaris), tanah masam, Vesicula Arbuscula Mycorrhiza (VAM), Watermelon (Citrullus vulgaris)
Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi dosis dan cara inokulasi MVA campuran terhadap pertumbuhan tanaman semangka (C. vulgaris) pada tanah masam serta untuk mengetahui kombinasi dosis dan cara inokulasi MVA campuran yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman semangka (C. vulgaris) pada tanah masam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian dosis MVA campuran dengan 4 taraf dosis (0, 7,5, 10, 12,5 g/tanaman) dan faktor ke dua cara inokulasi MVA yang berbeda, terdiri dari 2 cara yaitu inokulasi pada saat biji ditanam dan inokulasi pada saat bibit dipindah tanamkan, setiap perlakuan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis dan cara inokulasi MVA campuran berpengaruh terhadap derajat infeksi MVA campuran, tetapi tidak berpengaruh dalam meningkatkan kandungan P jaringan tanaman dan pertumbuhan tanaman semangka (C. vulgaris). Dosis MVA 12,5 g dengan cara inokulasi pada saat biji paling baik untuk meningkatkan derajat infeksi, sedangkan dosis MVA 7,5 g/tanaman efektif untuk meningkatkan P jaringan tanaman, dosis MVA 12,5 g/tanaman paling baik untuk meningkatkan tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman. Cara inokulasi pada saat biji paling baik dalam meningkatkan tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman semangka (C. vulgaris) akan tetapi tidak berpengaruh untuk meningkatkan kandungan P jaringan.
 
This reseach aimed to find out the interaction effect between dossage and inoculation methods of vesikula arbuskula mycorrhiza (VAM) to the growth of watermelon (Citrullus vulgaris) and to discover the best combination dossage and inoculation method of VAM to promote the growth of watermelon on acid soil. The method used was an experimental with Completely Randomised Design (CRD) in factorial pattern. There were two factors to be tested, the first factor dossage VAM consisted of 4 levels (7,5; 10 and 12,5 grams/plant) and the second factor was inoculation of VAM in a different way, which consists of 2 ways i.e.: inoculation was done when the seeds were planted and inoculation when the seedling were transplanted, each treatmen was replicated 5 times. Resach result showed that the interaction effect between dossage and method of inoculation VAM has promoted the infection degree, but did not promoted the phosporus uptake and the growth of watermelon. VAM dossage 12,5 g/plant with inoculation of seed was the best combination in increasing the infection degree, but the treatment VAM dossage 7,5 g/plant was the most effective in increasing of posphorus uptake, treatment VAM 12,5 g/plant was the best in increasing of stem height, dry weight and fresh weight of watermelon. Inoculation of seed was the best in increasing of stem height, dry weight and fresh weight but did not increase the posphorus uptake of watermelon.