Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Struktur Komunitas Teritip Intertidal di Beberapa Pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu

Judul Struktur Komunitas Teritip Intertidal di Beberapa Pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2010
AuthorsSulistiono
AdvisorsPrabowo RE, Ardli ER
DegreeS1
Keywordsbarnacle, Bengkulu, Community structure, Propinsi Sumatera Barat, Struktur komunitas, teritip, West Sumatrae
Abstract

Penelitian dengan judul “Struktur Komunitas Teritip Intertidal di Beberapa Pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu” dilaksanakan karena keanekaragaman teritip Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu sampai saat ini belum diketahui secara pasti dan penelitian terkait teritip khususnya struktur komunitas teritip intertidal di beberapa pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu masih sangat sedikit dilakukan, sehingga informasi struktur komunitasnya pun masih sangat jarang dan sulit untuk didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas teritip intertidal di beberapa Pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2009 dan lokasi pengambilan sampel di Bengkulu, Teluk Bayur Padang, Teluk Bungus Padang, Muara Sungai Banjir Kanal Selatan Padang, dan Tuapejat Mentawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas teritip intertidal di beberapa pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu yang paling melimpah jenisnya adalah di Teluk Bayur yaitu 6 jenis dengan nilai Indeks keanekaragaman Shannon Wiener yaitu 0,9607, sedangkan yang paling rendah ada di Bengkulu dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon Wiener 0 (nol) dan hanya mempunyai 1 jenis teritip. Tipe habitat teritip intertidal di beberapa pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu bervariasi dari batu (Muara Sungai Banjir Kanal Selatan Padang dan Teluk Bayur), pasir (Teluk bungus dan Mentawai), lumpur (Bengkulu). Berdasarkan hasil analisis MDS (Multi Dimensional Scaling) dan SIMPER, fauna teritip intertidal Pantai propinsi Sumatera Barat termasuk dalam wilayah fauna teritip Indonesia Bagian Barat. Penelitian dengan judul “Struktur Komunitas Teritip Intertidal di Beberapa Pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu” dilaksanakan karena keanekaragaman teritip Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu sampai saat ini belum diketahui secara pasti dan penelitian terkait teritip khususnya struktur komunitas teritip intertidal di beberapa pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu masih sangat sedikit dilakukan, sehingga informasi struktur komunitasnya pun masih sangat jarang dan sulit untuk didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas teritip intertidal di beberapa Pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2009 dan lokasi pengambilan sampel di Bengkulu, Teluk Bayur Padang, Teluk Bungus Padang, Muara Sungai Banjir Kanal Selatan Padang, dan Tuapejat Mentawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas teritip intertidal di beberapa pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu yang paling melimpah jenisnya adalah di Teluk Bayur yaitu 6 jenis dengan nilai Indeks keanekaragaman Shannon Wiener yaitu 0,9607, sedangkan yang paling rendah ada di Bengkulu dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon Wiener 0 (nol) dan hanya mempunyai 1 jenis teritip. Tipe habitat teritip intertidal di beberapa pantai Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu bervariasi dari batu (Muara Sungai Banjir Kanal Selatan Padang dan Teluk Bayur), pasir (Teluk bungus dan Mentawai), lumpur (Bengkulu). Berdasarkan hasil analisis MDS (Multi Dimensional Scaling) dan SIMPER, fauna teritip intertidal Pantai propinsi Sumatera Barat termasuk dalam wilayah fauna teritip Indonesia Bagian Barat.
 
Barnacle is a sessile organism commonly found on intertidal zone. Many species of barnacles live on intertidal at different zone. Biodiversity, dominance, and distribution of intertidal barnacle are influenced by temperature, competition and also predation. The aim of this research is to determine the community strucutre of intertidal barnacle in West Sumatera and Bengkulu seashore. This research used survey method with purposive sampling technique. Samples were collected in October 2009 from several sampling locations including Bengkulu, Teluk Bayur Bay, Teluk Bungus Bay, Tuapejat Mentawai, and river mouth of southern canal of Padang. The community structure of intertidal barnacle at Bengkulu, Teluk Bayur Bay, Teluk Bungus Bay, Tuapejat Mentawai, river mouth of southern canal of Padang shows highest diversity at Teluk Bayur Bay, 6 species were found with Shannon Wiener index at 0,9607. Habitat types of intertidal barnacle was rocky shore (river mouth of southern canal of Padang and Teluk Bayur Bay), sandy beach (Teluk Bungus Bay and Tuapejat Mentawai), muddy beach and concrete harbor reinforced with boulder (Padang Baai Port Bengkulu). Sampling stations show disinct community structure differences. The highest species richness of barnacle was Teluk Bayur Bay, where tipically rocky shore and international harbour structure as the barnacle habitat. The lowest diversity was Padang Baai Port in Bengkulu where the habitat type is muddy and the waters is very turbid. The MDS (Multi Dimensional Scaling) and Similarity percentage (SIMPER) suggest intertidal barnacle from Padang Baai Port Bengkulu, Teluk Bayur Bay, Teluk Bungus Bay, Tuapejat Mentawai, river mouth of southern canal of Padang were included in west Indonesian barnacle region.