Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Keragaman dan Kelimpahan Kupu-Kupu Endemic Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) di Hutan Gunung Slamet Jawa Tengah

JudulKeragaman dan Kelimpahan Kupu-Kupu Endemic Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) di Hutan Gunung Slamet Jawa Tengah
Publication TypeJournal Article
Year of Publication2014
AuthorsWidhiono I
JournalBiospecies
Volume7
Start Page59-67
Issue2
Date Published07/2014
Keywordsketinggian tempat, rare spesies, spesies endemik, type hutan
Abstract

Penelitian keragaman spesies kupu-kupu endemik Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) pada berbagai tipe hutan dan ketinggian di Gunung Slamet dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2010. Tipe hutan yang diteliti meliputi hutan alam kayu lain (HAKL, hutan sekunder), hutan produski terbatas Damar (HPT Damar), hutan wisata (HW) dan agroforestry (AGF). Variasi ketinggian tempat yang diteliti hanya di hutan damar mulai ketinggian 600 m dpl, 800 m dpl, 1000 m dpl dan 1200 m dpl. Pengambilan sampel kupu-kupu dilakukan pada 4 transek tetap untuk setiap kategori. Data kekayaan spesies dan kelimpahanya dianalisis dengan Shannon-Wienner, Simpson Indeks, Indeks kemerataan (E) dan Indeks Kesamaan Jaccard dengan bantuan program BDPro 7 (Mc Neely, 1997). Hasil penelitian menemukan 10 spesies kupu-kupu endemik Jawa (71%), yaitu Cynitia iapsis Fruhstorfer, Cyrestis lutea Zinken-Sommer, Elymnias ceryx Boisduval, Euploea gamelia Hubner, Rohana nakula Moore, Tannecia trigreta Moore, Mycalesis sudra Felder, Ypthima nigricans Snellen, Neptis nisea De Niceville dan Prioneris autothisbe Hubner dengan jumlah individu 542 pada keempat tipe habitat dan 9 spesies dengan jumlah individu 781 pada keempat ketinggian berbeda. Pada semua lokasi penelitian menunjukan bahwa indeks keragaman kupu-kupu endemik sangat rendah dan didominasi oleh dua spesies yaitu Mycalesis sudra dan Ypthima nigricans dengan jumlah lebih dari 50% dari total individu spesies kupu-kupu endemik yang  ditemukan.  Selain  kedua  spesies  tersebut,  spesies  kupu-kupu  endemik  kelimpahannya sangat rendah dan dapat dikategorikan sebagai “rare species”. Hutan di Gunung slamet masih mampu mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa.

 

Species diversity of butterfly endemics Java (Lepidoptera: Rhopalocera) at different forest management type and elevations were studied from June to October 2010. Forest types were secundary forest, plantation forest, tourist area, and agroforest. For elevational gradient were done only at plantation forest, starting from 600 m asl to 1200 m asl with 200 m interval. Butterfly sampling was done at 4 constant transcet which contruct at each category. Data were analyzed by Shannon-Wiener, Simpson, Jaccard and Evenness indeces with the help of BDPro 7 software (Mc Neely, 1997). A total of 10 species endemics butterfly of Java (71%)  i.e. Cynitia iapsis Fruhstorfer, Cyrestis  lutea  Zinken-Sommer, Elymnias  ceryx  Boisduval,  Euploea  gamelia  Hubner,  Rohana nakula Moore, Tannecia trigreta Moore, Mycalesis sudra Felder, Ypthima nigricans Snellen, Neptis nisea De Niceville and Prioneris autothisbe Hubner,  with totally 542 individuals from all habitats types and 9 species of 781 individual from all altitude. All habitats categories (type and altitude) showed lowest diversity indeces and high dominance;  two species i.e. M. sudra Felder and  Y. nigricans Snellen were dominated with more than 50% of total abundance. Eight spcies other were categorized as “rare species”. The finding implies that Slamet Mountain forest still able to support diversity and abundace for the Java endemics butterflies.

SisipanUkuran
biospesies 1.pdf98.38 KB