Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Biodiversitas Teritip Intertidal Di Kepulauan Karimunjawa: Studi Isolasi Geografis Dan Endemisme

JudulBiodiversitas Teritip Intertidal Di Kepulauan Karimunjawa: Studi Isolasi Geografis Dan Endemisme
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2011
AuthorsWati MNS
AdvisorsPrabowo RE, Pulungsari AE
DegreeS1
Keywordsbiodiversity, Biodivesitas, Cirripedia, Cirripedia., endemism, endemisme, geographic isolation, isolasi geografis, Karimunjawa
Abstract

Teritip (Crustacea) termasuk hemaprodit yang fase dewasanya hidup menetap ( sesillis). Diversitas jenis dan kepadatan populasi teritip umumnya sangat tinggi di daerah pasang surut (intertidal). Karimunjawa merupakan kepulauan yang merupakan daerah intertidal yang terletak di sebelah utara Jepara dan Laut Jawa Berdasarkan posisi geografis dan alur laut-nya fauna teritip Karimunjawa berada pada batas peralihan antara fauna Indian dan West-Pacific, namun demikian berdasarkan sejarah geologinya diduga kepulauan Karimunjawa terisolasi dengan daerah lainnya sejak jaman mio-pliocene. Fauna teritip intertidal dikawasan tersebut belum banyak dipelajari oleh karena itu telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui biodiversitas serta kemungkinan adanya endemisme sebagai akibat isolasi geografis Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini merupakan penelitian survei atau eksploratif. Teknik pengambilan sampel tertitip intertidal secara purposive random sampling (terpilih). Teritip yang ditemukan 9 spesies yaitu, Amphibalanus Amphitrite, Amphibalanus reticulatus, Amphibalanus variegates , Amphibalanus sp.1, Amphibalanus sp.2, Chelonobia testudinaria, Fistulobalanus patelliformis, Lepas anatifera, Microeuraphia withersi. Pola pengelompokkan teritip intertidal kepulauan Karimunjawa dalam fauna teritip Indonesia dianalisis dengan ordinasi Multi Dimensional Scaling (MDS) berdasarkan indek kesamaan Bray Curtis. Pola pengelompokan teritip akan dianalisis lebih lanjut dengan Similarity Percentages (SIMPER) untuk mengetahui tingkat kontribusi masing-masing jenisnya. Analisa MDS dan SIMPER akan dihitung menggunakan program komputer PRIMER-E v.5. Dari pola pengelompokan tersebut akan diketahui ada tidaknya endemisme yang dipicu oleh isolasi geografis. Dari analisis tersebut diketahui Kepulauan Karimunjawa termasuk dalam wilayah fauna teritip Indonesia Barat dengan nilai dissimilarity 79,72%, dan kemungkinan adanya endemisme diduga ada karena ditemukan satu spesies yang belum diketahui jenisnya dan kemungkinan hanya ada di Karimunjawa .
 
Barnacles (crustaceans) including a phase of her adult life hemaprodit settled ( sesillis). Species diversity and population density of barnacles are generally very high in the tidal area (intertidal). Karimunjawa an archipelago which is the intertidal area that lies north of Jepara and the Java Sea Based on geographical position and its sea lanes barnacle fauna Publications are in the transitional boundary between the fauna of the Indian and West-Pacific, however, based on the geologic history of suspected isolated islands with a local Karimunjawa other since the days of mio-pliocene. Intertidal barnacle fauna has not been much studied region have therefore been studied with the aim to determine the possibility of biodiversity and endemism as a result of geographic isolation Karimun Islands. This study is a survey or exploratory. The sampling technique tertitip by purposive random sampling intertidal (elected). Barnacles found in 9 species namely, Amphibalanus Amphitrite, Amphibalanus reticulatus, Amphibalanus variegates, Amphibalanus sp.1, sp.2 Amphibalanus, Chelonibia testudinaria, Fistulobalanus patelliformis, Release anatifera, Microeuraphia withersi . Pattern grouping intertidal barnacle barnacle fauna of the islands Publications in Indonesia were analyzed with the Multi Dimensional Scaling ordination (MDS) based on Bray Curtis similarity index. Barnacles grouping patterns will be analyzed further by Similarity Percentages (SIMPER) to determine the level of contribution of each type. MDS and SIMPER analysis will be calculated using the computer program PRIMER-E v.5. From the pattern of these groupings will note the presence or absence of endemism that is triggered by geographical isolation. From the analysis known Karimunjawa included in the barnacle fauna of western Indonesia with a value of dissimilarity 79.72%, and possibility of endemism is presumably because it found a species of unknown type and possibility only in Karimunjawa.