Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kepadatan dan Parousitas Aedes spp. sebagai Vektor DBD di Kelurahan Teluk Purwokerto Selatan

JudulKepadatan dan Parousitas Aedes spp. sebagai Vektor DBD di Kelurahan Teluk Purwokerto Selatan
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2015
AuthorsWidigdo
AdvisorsRiwidiharso E, Kusmintarsih ES
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published04/2015
UniversityUniveristas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
KeywordsAedes spp., and MHD, dan MHD, DBD, Dengue, Parity rate, Parousitas, parousity
Abstract

Demam berdarah dengue merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes spp. Kejadian DBD juga tejadi di Kabupaten Banyumas dan melanda daerah disekitarnya. Kabupaten Banyumas terdiri atas 30 kecamatan dengan 301 desa dan 30 kelurahan. Ibukota kabupaten Banyumas adalah Purwokerto, Purwokerto memiliki 4 Kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Purwokerto Selatan yang memiliki tujuh kelurahan. Dari tujuh Kelurahan, Kelurahan Teluk yang tergolong daerah endemis DBD.
Kelurahan Teluk menjadi daerah endemis DBD karena kepadatan penduduk yang tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kondisi lingkungan dengan kepadatan vektor yang tinggi dan parousitas nyamuk vektor DBD. Parousitas yaitu kondisi ovarium yang menunjukan apakah nyamuk pernah bertelur atau belum. Nyamuk dikatakan parous apabila pernah bertelur, sedangkan nulliparous adalah nyamuk Aedes spp. betina yang belum pernah bertelur. Salah satu upaya untuk mencegah penularan, maka perlu diadakan survey kepadatan dan pemeriksaan ovarium nyamuk Aedes spp. untuk mengetahui dugaan resiko penularan DBD di Kelurahan Teluk. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan dan parousitas nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Variabel yang diteliti adalah kepadatan dan parousitas nyamuk Aedesspp. sedangkan parameter yang diamati adalah banyaknya nyamuk yang diperoleh dan parousitas nyamuk Aedes spp. Parousitas dihitung menggunakan rumus parity rate sedangkan kepadatan Aedes spp. diketahui dengan nilai atau angka MHD.
Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari perhitungan angka parousitas pada penelitian ini menunjukkan nilai sebesar 80,4 % pada indoor dan sebanyak 69,2 % pada outdoor. Nilai MHD outdoor yaitu 2,17 lebih tinggi dibandingkan kepadatan yang ditemukan dalam rumah atau indoor dengan Nilai MHD 0,18

 

Dengue is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of Aedes spp.Incidence of dengue occurred in Banyumas that consists of 30 districts with 301 villages and 30 urban villages. Banyumas capital is Purwokerto, having 4 districts, one of them is South Purwokerto. Teluk, one of village in South Purwokerto.
Telukis endemic dengue area because of high population density. Another factorare high density vector and parousity vector of mosquitocausing dengue. Parousity isovarian condition that indicates ifAedes spp has ever spawning or not.Parous, if Aedes spp has spawning. One of the effort stop revent transmission, is density surveyand ovaries inspection of Aedes spp. to know dengue transmission risk in Teluk Village. There fore, this study was conducted to determine the density and parousity Aedes spp. In Teluk Village, South Purwokertoby survey method with random sampling technique. The variables studied were density and parousity Aedes spp. Parameters measured were the number of Aedes spp obtainedand the parousity of Aedes spp.Parousitycalculated by parity rate and the density of Aedes spp. known by MHD value.
The result showed that  parousityis 80,4 % at indoor and 69,2 % at outdoor.Then, outdoor MHD value is 2.17, higher than 0.18, the density found in the house or indoor.

SisipanUkuran
B1J009069-1.pdf97.5 KB
B1J009069-2.pdf86.97 KB
B1J009069-3.pdf87.41 KB
B1J009069-4.pdf86.71 KB
B1J009069-5.pdf87.25 KB
B1J009069-6.pdf163 KB
B1J009069-7.pdf156.71 KB
B1J009069-8.pdf96.24 KB
B1J009069-9.pdf99.3 KB
B1J009069-10.pdf296.42 KB
B1J009069-11.pdf294.79 KB
B1J009069-12.pdf89.19 KB
B1J009069-13.pdf176.94 KB
B1J009069-14.pdf562.74 KB