Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Perbedaan Komposisi Jenis Tumbuhan Bawah Pada Tegakan Jati dan Tegakan Pinus Di RPH Cimanggu KPH Banyumas Barat

JudulPerbedaan Komposisi Jenis Tumbuhan Bawah Pada Tegakan Jati dan Tegakan Pinus Di RPH Cimanggu KPH Banyumas Barat
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2015
AuthorsMalik A
AdvisorsWibowo DN, Sulistiyani
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published04/2015
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
KeywordsForest, Hutan, Pinus merkusii, Pinus merkusii., Tectona grandis, tumbuhan bawah, understory
Abstract

Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai pepohonan disuatu kawasan dan membentuk satu-kesatuan yang berbeda dengan keadaan lingkungan di luar hutan. Hutan jati (Tectona grandisL.f)dan hutan pinus (Pinusmerkusii  Jungh. etDe Vriese) merupakan hutan tanaman industri yang pada umumnya terdiri dari lapisan tegakan dan tumbuhan bawah. Kestabilan tumbuhan bawah pada tegakan hutan jati dan tegakan hutan pinus terbentuk akibat adanya hubungan timbal balik antara tumbuhan bawah dengan tegakan utama (tegakan jati dan tegakan pinus) serta faktor-faktor biotik dan abiotik. Penelitian ini dilakukan di RPH Cimangguyang merupakan wilayah KPH Banyumas Baratdengan dua perbedaan tegakan hutan jati dan tegakan hutan pinus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisijenistumbuhan bawahyang terdapatpadategakan jati dantegakanpinus serta jenis tumbuhan bawah yang mendominasi di kedua tegakan,mengetahui perbedaan dan kesamaan jenis tumbuhan bawah yang terdapat padahutan jatidan hutan pinusdi RPH Cimanggu KPH Banyumas Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengumpulan data tumbuhan bawah dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat berpetak dengan pembuatan petak berukuran 2 m x 2 m. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan kerapatan absolut, kerapatan relatif, frekuensi absolut, frekuensi relatif, indeks nilai penting, indeks keragaman (index diversity of Shannon-Wiener), dan indeks kesamaan (index of similarity). Hasil yang diperoleh dari tegakan jati ditemukan 31 spesies dari 16 famili, lima spesies yang dominan adalah Digitaria ciliaris, Imperata cylindrica, Melastoma polyanthum, Pteris ensiformis, dan Alpinia galanga. Sedangkan pada tegakan pinus ditemukan 33 spesies dari 16 famili, lima spesies yang dominan adalah Paspalum conjugatum, Ottochloa nodosa, Cyclosorus aridus, Stachytarpheta jamaicensis, dan Ficus septica. Tingkat keanekaragaman jenis pada tegakan jati sebesar 2,85 (melimpah sedang), dan pada tegakan pinus sebesar 2,88 (melimpah sedang). Sementara itu, pada perhitungan tingkat kesamaan antar dua komunitas jenisnya tergolong berbeda (IS ≤ 75%), yaitu sebesar 43,75%.
 
Forest is a community-controlled plants trees in an area and establish the unity of the different environmental conditions outside the forest. Forest teak (Tectona grandis L.f) and pine forests (Pinus merkusii Jungh. et De Vriese) is an industrial plantations, which generally consists of a layer of stands and undergrowth. The stability of the undergrowth in the forest stands of teak and pine forest stands are formed as a result of the reciprocal relationship between plants under the main stand (stands of teak and pine stands) as well as factors of biotic and abiotic. This research was conducted at RPH Cimanggu which is a region of western KPH Banyumas with two different forest stands of teak and pine forest stands. The purpose of this study was to determine the composition of plant species under contained in teak stands and stands of pine and under the dominating species in both stands, knowing the differences and similarities under the plant species found in the teak forests and pine forests in the West KPH Banyumas RPH Cimanggu. The method used in this study is a survey. Under the plant data collection is done by using the method of least terraced by making plots measuring 2 mx 2 m. Data were analyzed using the calculation of absolute density, relative density, absolute frequency, relative frequency, importance value index, index of diversity (diversity index of Shannon-Wiener), and similarity index (index of similarity). Results obtained from teak stands found 31 species from 16 families, five  species of dominated by Digitaria ciliaris, Imperata cylindrica, Melastoma polyanthum, Pteris ensiformis, and Alpinia galanga. While on the stand of pine found 33 species from 16 families, five species of dominated by Paspalum conjugatum, Ottochloa nodosa, Cyclosorus aridus, Stachytarpheta jamaicensis, and Ficus septica. The level of species diversity in teak stands 2.85 (rich medium), and the pine stands at 2.88 (rich medium). Meanwhile, in the calculation of the degree of similarity between the two communities belong to different species (IS ≤ 75%), amounting to 43.75%.

SisipanUkuran
B1J010238-1.pdf95.11 KB
B1J010238-2.pdf351.12 KB
B1J010238-3.pdf350.13 KB
B1J010238-4.pdf350.45 KB
B1J010238-5.pdf349.39 KB
B1J010238-6.pdf349.4 KB
B1J010238-7.pdf351.31 KB
B1J010238-8.pdf359.66 KB
B1J010238-9.pdf362.55 KB
B1J010238-10.pdf362.68 KB
B1J010238-11.pdf372.56 KB
B1J010238-12.pdf350.63 KB
B1J010238-13.pdf373.07 KB
B1J010238-14.pdf363.64 KB