Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Keragaman dan Kelimpahan Kumbang Tinja (Coleoptera: Scarabaeidae) pada Lahan Bawah Tegakan Hutan Damar dan Hutan Pinus di Desa Serang, Purbalingga

JudulKeragaman dan Kelimpahan Kumbang Tinja (Coleoptera: Scarabaeidae) pada Lahan Bawah Tegakan Hutan Damar dan Hutan Pinus di Desa Serang, Purbalingga
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2015
AuthorsSolihah FA
AdvisorsBasuki E, Pratiknyo H
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published04/2015
UniversityUniveristas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
KeywordsDamar forest, Diversity and Abudance, Dung beetle, Hutan Damar, hutan pinus, keragaman dan kelimpahan, kumbang tinja, Pine forest
Abstract

Gunung Slamet merupakan suatu kawasan hujan tropis Indonesia dan merupakan hutan transisi antar hujan basah dari Jawa barat dan hutan musim di Jawa bagian timur. Sejak tahun 1917 sebagian dari hutan alamnya telah dikonversi menjadi hutan tanaman. Dampak dari konversi hutan adalah terjadinya perubahan iklim mikro dan hal ini dapat  menyebabkan perubahan komposisi organism pendukungnya termasuk kelompok kumbang tinja (Coleoptera: Scarabaeidae) yang struktur dan komunitasnya sangat dipengaruhi oleh hilangnya kanopi hutan, modifikasi hutan, dan fragmentasi hutan. Penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat keragaman dan kelimpahan kumbang tinja (Coleoptera: Scarabaeidae) pada hutan damar dan hutan pinus di Desa Serang, Purbalingga pada bulan September sampai bulan November 2014. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan secara sistematik menggunakanline transect yang terbagi menjadi lima kuadran. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap pitfall trap. Variabel yang diamati berupa ragam spesies setiap Familia Scarabaidae. Parameter yang diukur pH tanah, kelembaban tanah dan tekstur tanah. Data kelimpahan serangga dianalisis secara deskriptif pada level spesies. Data dianalisis menggunakan Indeks Shannon-Wienner, Indeks simpson, dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman seranga Coleoptera (Scarabaeidae) pada hutan damar lebih banyak (Onthophagus trituber, Onthophagus holzi dan Onthophagus collfsi)dibandingkan hutan pinus (Onthophagus trituber, Onthophagus holzi dan Onthophagus liliphanatus). Kelimpahan serangga Coleoptera (Scarabidae) pada hutan damar sebanyak 73 individu sedangkan pada hutan pinus 16 individu. Hasil indeks keragaman Shannon-Wienner menunjukkan bahwa Hutan Damar memperoleh 1,04dan Hutan Pinus 0,45 yang artinya termasuk kategori keragaman rendah.Kategori rendah dikarenakan perubahan iklim mikro akibat konservasi hutan.Indeks dominansi menunjukkan hasil  0,36 pada Hutan Damar 0,64 pada Hutan Pinus yang artinya tidak ada jenis kumbang tinja yang mendominasi di kedua hutan.Indeks semakin mendekati 0 tidak ada jenis atau spesies yang mendominasi.

 

The slop of mount Slamet is one of the unique Indonesian rain forest area. This isthe transition between the wet rainforest of the western part of java and the monsoon forest  of the eastern part of java. Since many year ago (1917), some natural forests have been converted to industrial forests. These conversions have changed the microclimate and the composition of organismal groups such as dung beetles (Coleoptera: Scarabaeidae) whose community structure and distribution are influenced by the loss of canopy, habitat changes, and forest fragmentation.This research aimed to determine the diversity and abundance of ground beetles indifferent forest habitats (damar and pine forests) and also aimed to study the dung beetle dominance in different forests. This research conducted using field survey method with purposif sampling techniques using transects.  The independent variables in this research were  Damar forests and Pine forests, temperature, and soil pH.The dependent variables of this research were the abundance and diversity of dung beetles. Samples were taken from damar and pinus forest with 3 replications. This research was conducted during the period of  November-September 2014. Data were analyzed  by using Shannon-Wiener’s DiversityIndex, Simpson’sIndex and descriptively discussed. The result indicated that there were 4 species of dung beeltes found in both forests. Four(4) species (Onthophagus trituber, Onthophagus holzi and Onthophagus collfsi)were found in the Damar forest,and three(3) species (Onthophagus trituber, Onthophagus holzi and Onthophagus liliphanatus) were found in the Pine forest. The dung beetle Abudance was 73 individual in Damar forest and 16 individual Pine forest.  The Shannon-Wienner’s Diversity index obtained from Damar forest was (1,04) and and that from the Pine forest was 0,45.  The Simpson Index found from Damar forest was (0,36) and that from Pine forest was 0,64.  There was no dominant species in both forests. 

SisipanUkuran
B1J010050-1.pdf98.64 KB
B1J010050-2.pdf243.22 KB
B1J010050-3.pdf259.04 KB
B1J010050-4.pdf258.41 KB
B1J010050-5.pdf172.85 KB
B1J010050-6.pdf259.89 KB
B1J010050-7.pdf253.26 KB
B1J010050-8.pdf185.56 KB
B1J010050-9.pdf276.79 KB
B1J010050-10.pdf440.53 KB
B1J010050-11.pdf173.41 KB
B1J010050-12.pdf270.06 KB
B1J010050-13.pdf1.01 MB