Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Daya Serap Karbondioksida pada Budidaya Singkong (Manihot esculenta) di Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas

JudulDaya Serap Karbondioksida pada Budidaya Singkong (Manihot esculenta) di Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2015
AuthorsDewi RP
AdvisorsSudiana E, Widyastuti A
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published03/2015
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
Keywordscarbon absorption, cassava, daya serap karbon, Fotosintesis, Photosynthesis, singkong
Abstract

Permasalahan lingkungan global yang menjadi isu penting adalah pemanasan global. Pemanasan global disebabkan karena meningkatnya emisi gas rumah kaca, terutama karbondioksida (CO2). Salah satu upaya untuk mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer adalah melalui peningkatan proses fotosintesismelalui tanaman budidaya. Tanaman budidaya yang banyak diusahakan oleh masyarakat Desa Banteran adalah singkong (Manihotesculenta). Penyerapan CO2  pada tanaman singkongdan tanaman lainnya dapat terjadi karena tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk berfotosintesis menggunakan karbondioksida dan air sebagai bahan baku. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan tanaman menyerap CO2, diantaranya ialah jenis tanaman, indeks luas daun, indeks stomata, dan umur tanaman. Umur tanaman merupakan penentu dari berbagai faktor tersebut. Perbedaan umur tanaman akan mengakibatkan terjadinya perbedaan penyerapan CO2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, serta analisis korelasi dan regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur tanaman singkong dengan daya serap karbondioksida. Umur singkong yang paling optimal dalam menyerap karbondioksida adalah umur 3 bulan dengan daya serap per hektar per musim sebesar  2745.0160g.ha-1.musim-1.
 
 
 
The global environmental problems asan important issue is global warming. Global warming due to increasing greenhouse gas emissions, especially carbondioxide (CO2). One effort to reduce the concentration of CO2 in the atmosphere is through increased photosynthesis trough crops. Cultivated plants that manycultivated by the people in Banteran village is cassava (Manihotesculenta). Carbondioxide (CO2) equestration can occur in cassavaand anotherplants because these plants have the ability to photosynthesize using carbondioxide and water as raw materials. Many factors affect the ability of plants to absorb CO2, of which is the type of plant, leaf area index, stomatal index, and age of the plant. Age of plants is a determinant of various factors. The difference in age of the plant will result in differences in the absorption of CO2.This research was used survey methods with the sampling technique stratified random sampling. The data obtained will be analyzed using analysis of variants (ANOVA) with therate oftrust 95% and 99%, as well as correlation and regression analysis. The results showed that there is a relationship between the age of cassava plants with carbondioxide absorption. The most optimalage of cassava plantto absorb carbondioxide is 3 months with the absorption per hectareper timeat  2745.0160g.ha-1.time-1.

 

SisipanUkuran
B1J010001-1.pdf258.94 KB
B1J010001-2.pdf328.99 KB
B1J010001-3.pdf183.11 KB
B1J010001-4.pdf249.2 KB
B1J010001-5.pdf171.45 KB
B1J010001-6.pdf173.16 KB
B1J010001-7.pdf247.85 KB
B1J010001-8.pdf170.63 KB
B1J010001-9.pdf370.48 KB
B1J010001-10.pdf185.65 KB
B1J010001-11.pdf177.93 KB
B1J010001-12.pdf175.74 KB
B1J010001-13.pdf392.4 KB
B1J010001-14.pdf247.49 KB
B1J010001-15.pdf176.52 KB
B1J010001-16.pdf342.4 KB
B1J010001-17.pdf186.68 KB