Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Kajian Taksonomi Syzygium samarangense dan Syzygium aqueum berdasarkan Karakteristik Anatomi Daun

JudulKajian Taksonomi Syzygium samarangense dan Syzygium aqueum berdasarkan Karakteristik Anatomi Daun
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2015
AuthorsSukmawati AL
AdvisorsHerawati W, Juwarno
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published03/2015
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
Keywordskarakter anatomi daun, leaf anatomy, Syzygium aqueum, Syzygium samarangense
Abstract

Syzygium termasuk dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu jambu air besar atau  jambu semarang (Syzygium samarangense) dan jambu air kecil atau jambu air (Syzygium aqueum). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik anatomi daun dan hubungan kemiripan antara Syzygium samarangense dengan Syzygium aqueum. Parameter yang diamati adalah jumlah dan ukuran stomata, panjang sel epidermis atas, lebar sel epidermis atas, panjang sel epidermis bawah, lebar sel epidermis bawah, panjang palisade, dan diameter palisade. Pembuatan preparat anatomi daun jambu menggunakan metode parafin sedangkan pengamatan karakter anatomi daun secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan kemiripannya dianalisis menggunakan metode UPGMA dengan software MEGA 5.0.
  Hasil penelitian didapatkan delapan kultivar jambu yaitu untuk Syzygyum samarangense: S. samarangense ‘Citra’, S. samarangense ‘Camplong Putih’, S. samarangense ‘Hijau Kecil’, dan S. samarangense ‘Black Diamond’, sedangkan untuk Syzygyum aqueum: S. aqueum ‘Merah Besar’, S. aqueum ‘Merah Kecil’, S. aqueum ‘Putih’, dan S. aqueum ‘Merah Muda’. Hasil pengamatan daun diketahui bahwa kultivar Citra memiliki rata-rata paling besar untuk panjang stomata, lebar stomata, dan panjang epidermis atas, sedangkan untuk kultivar Camplong Putih memiliki rata-rata paling besar pada lebar epidermis bawah. Kultivar Merah Kecil memiliki rata-rata terbesar pada lebar epidermis atas dan panjang palisade, kultivar Putih rata-rata terbesar pada jumlah stomata dan diameter palisade, sedangkan kultivar Merah Muda memiliki rata-rata terbesar pada panjang epidermis bawah. Hubungan kemiripan terdekat yaitu S. samarangense ‘Camplong Putih’ dengan S. aqueum ‘Merah Kecil’ dengan indeks dissimilaritas sebesar 0.148. Sedangkan hubungan kemiripan terjauh antara S. samarangense ‘Camplong Putih’ dengan S. aqueum ‘Merah Muda’ dengan indeks dissimilaritas sebesar 0.608.
 
Syzygium is one of the member Myrtaceae. Syzygium was originated from Southeast Asia. This plant are divided into two major groups: the big Syzygium or (Syzygium samarangense) and small Syzygium (Syzygium aqueum). The purpose of this study were to determine the characteristics of leaf anatomy and similarity relationships between Syzygium samarangense and Syzygium aqueum. Parameters measured were the number and size of stomata, the length of upper epidermis, the width of upper epidermis cells, the length of lower epidermis, the width of lower epidermis cells, length palisade, and the diameter of the palisade. The slide anatomical preparation were paraffin method. The leaf anatomical characters observation was descriptively to determine the relationship of similarity was analyzed using the UPGMA method with MEGA 5.0 software.
         The results of the research showed that eight Syzygium cultivars four Syzygyum samarangense: S. samarangense ‘Citra’, S. samarangense ‘Camplong Putih’, S. samarangense ‘Hijau Kecil’, and S. samarangense ‘Black Diamond’, four the Syzygyum aqueum: S. aqueum ‘Merah Besar’, S. aqueum ‘Merah Kecil’, S. aqueum ‘Putih’, and S. aqueum ‘Merah Muda’. The observation leaf cultivars known that ‘Citra’ has the greatest average for the length of stomata, stomatal width, and length of the upper epidermis, whereas for cultivars ‘Camplong Putih’ has greatest average width  the in the lower epidermis. ‘Merah Kecil’ cultivars had the largest average width of the upper epidermis and palisade length, ‘Putih’ cultivar the largest average in the number of stomata and palisade diameter, while the cultivar ‘Merah Muda’ has the length largest average of the lower epidermis. The closest similarity relationships was S. samarangense ‘Camplong Putih’ with S. aqueum ‘Merah Kecil’ dissimilaritas index of 0.148. While the farthest similarity relationship between S. samarangense ‘Camplong Putih’ with S. aqueum ‘Merah Muda’ with dissimilaritas index of 0.608
 
 

SisipanUkuran
B1J010004-1.pdf149.79 KB
B1J010004-2.pdf202.46 KB
B1J010004-3.pdf174.74 KB
B1J010004-4.pdf119.6 KB
B1J010004-5.pdf111.13 KB
B1J010004-6.pdf117.81 KB
B1J010004-7.pdf118.66 KB
B1J010004-8.pdf110.34 KB
B1J010004-9.pdf125.69 KB
B1J010004-10.pdf127.39 KB
B1J010004-11.pdf129.61 KB
B1J010004-12.pdf140.53 KB
B1J010004-13.pdf168.33 KB
B1J010004-14.pdf120.53 KB
B1J010004-15.pdf133.92 KB
B1J010004-16.pdf146.94 KB
B1J010004-17.pdf221.83 KB