Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Pertumbuhan Miselium Tremella fuciformis pada Medium Cair dengan Komposisi dan Lama Inkubasi yang berbeda

JudulPertumbuhan Miselium Tremella fuciformis pada Medium Cair dengan Komposisi dan Lama Inkubasi yang berbeda
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2015
AuthorsRahayu BPP
AdvisorsEkowati N, Priyanto S
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published03/2015
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
Keywordsduration of incubation, lama waktu inkubasi, medium cair MEYB, MEYB liquid medium, Tremella fuciformis
Abstract

Jamur kuping putih (Tremella fuciformis) merupakan jamur konsumsi yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Keunikan dari morfologinya berbentuk seperti agar-agar. Habitat asli T.fuciformis berada pada tempat dengan kondisi yang sejuk dengan suhu 20OC sampai 25OC. T.fuciformis mengandung kadar air 89,1% , protein 4,2% , lemak 8,3% , karbohidrat 82,8% , dan serat 19,8% , serta nilai energi 351 kal. Jamur ini belum dibudidayakan di Indonesia khususnya Banyumas dan sekitarnya. Kandungan gizi dan kelezatannya merupakan alasan meningkatnya permintaan konsumen, tetapi ketersediannya belum dapat memenuhi permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). pengaruh penambahan ekstrak biji kedelai, biji jagung dan biji padi ke dalam medium cair MEYB terhadap peningkatan pertumbuhan miselium T.fuciformis, 2). waktu inkubasi yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan miselium T.fuciformis maksimal, dan 3). kombinasi medium dan waktu inkubasi yang sesuai untuk menghasilkan pertumbuhan miselium T.fuciformis tertinggi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Faktor yang dicoba terdiri atas 2 faktor; 1). jenis medium yaitu Malt Extract Yeast Broth (MEYB), MEYB ditambah ekstrak biji kedelai, MEYB ditambah ekstrak biji jagung, dan MEYB ditambah ekstrak biji padi; 2) lama waktu inkubasi yaitu 20, 30 dan 40 hari. Parameter utama yang diamati adalah bobot kering rat-rata miselium T.fuciformis.
Data hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F) dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil uji annova menunjukkan bahwa perlakuan medium dengan penambahan ekstrak bebijian, lama waktu inkubasi, serta kombinasi medium dan lama waktu inkubasi berbeda sangat nyata; terhadap berat kering rata-rata miselium T.fuciformis. Hasil Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa MEYB ditambah ekstrak biji jagung merupakan medium yang dapat meninggkatkan berat kering rata-rata miselium paling tinggi dibandingkan dengan medium lainnya dan pertumbuhan miselium T.fuciformispaling tinggi pada waktu inkubasi 40 hari dengan berat kering rata-rata 1,523 ± 0,332 g.
White jelly mushroom (Tremella fuciformis) is a kind of mushroom that is favored to consumed by Indonesian peoples. The uniqueness of this fungal morphology is jelly-like shape. Native habitatof T.fuciformisis chilly placewith temperature of 20 o C to 25 o C. These mushrooms contain  89.1% of water, 4.2% of protein, 8.3% of fat, 82.8% of carbohydrates, and 19.8% of fiber, and the energy value of 351 cal. This fungus has not been cultivated in Indonesia, particularly in Banyumas and around. Nutrient content and taste of this fungus is the reasons for increasing of consumer demand, but the availability of this fungus has not been able to fulfilled people’s  needs. This study aimed to determine: 1). the effect of the addition of soybean seed extract, seed corn and rice seeds into the liquid medium MEYB to the increased growth of fungal mycelium T.fuciformis, 2). appropriate incubation time to increase the maximum T.fuciformis fungal mycelium growth, and 3). a combination of medium and time appropriate incubation to produce the highest T.fuciformis mycelium growth.
The method used in this study was experimental method with completely randomized design (CRD) with factorial pattern. Tested factors consisted of two factors; 1). type of medium which was Malt Yeast Extract Broth (MEYB), MEYBmodified with soybean seed extract addition, MEYB modified with corn seed extract addition, and MEYB modified with riceseed extract ; 2) incubation duration of 20, 30 and 40 days. The main parameters observed were dried off weight of T.fuciformis mycelium.
Research data were analyzed using analysis of variance (F test), the results showed that medium treatment with addition of grain extract, duration of incubation time, and the combination of both was very influential on the dried off weight average of myceliumof T. fuciformis. Honestly Significant Difference (HSD) test showed that modified MEYB with corn seed extract addition was a medium that could increased the highest average of dried off weight of mycelium compared with other medium; and highest rate of mycelium growth of T. fuciformiswas at 40 days incubation with average dried off weight of 1.523 ± 0.332 g.
 
 

SisipanUkuran
B1J010222-1.pdf100.55 KB
B1J010222-2.pdf235.58 KB
B1J010222-3.pdf166.54 KB
B1J010222-4.pdf87.27 KB
B1J010222-5.pdf87.18 KB
B1J010222-6.pdf86.16 KB
B1J010222-7.pdf86.62 KB
B1J010222-8.pdf87.65 KB
B1J010222-9.pdf97.96 KB
B1J010222-10.pdf246.96 KB
B1J010222-11.pdf241.24 KB
B1J010222-12.pdf174.05 KB
B1J010222-13.pdf173.17 KB
B1J010222-14.pdf185.36 KB
B1J010222-15.pdf88.75 KB
B1J010222-16.pdf158.54 KB
B1J010222-17.pdf393.75 KB