Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Bioekologi Ikan Brek Puntius orphoides C.V di Waduk Panglima Besar Soedirman Banjarnegara

JudulBioekologi Ikan Brek Puntius orphoides C.V di Waduk Panglima Besar Soedirman Banjarnegara
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2014
AuthorsParamita S
AdvisorsRukayah S, Nasution EK
Academic DepartmentFakultas Biologi
DegreeS1
Date Published03/2015
UniversityUniversitas Jenderal Soedirman
CityPurwokerto
Thesis TypeSkripsi
KeywordsBioecology, Brek fish (Puntius orphoides C.V), Ikan brek (Puntius orphoides C.V), Reservoirs of PB. Soedirman, Waduk P.B. Soedirman dan bioekologi
Abstract

Di Waduk Panglima Besar Soedirman Banjarnegara terdapat jenis ikan liar yang  belum  banyak  dibudidayakan  dan  berpotensi  dibudidayakan  secara  intensif yang dikenal dengan nama ikan brek (Puntius orpoides). Informasi bioekologi  yang mengkaji aspek biologi dan aspek ekologi sangat diperlukan dalam usaha budidaya ikan salah satunya ikan brek. Aspek biologi mencakup pola pertumbuhan dan beberapa aspek reproduksi misalnya rasio kelamin, IKG, fekunditas dan diameter telur. Aspek ekologi meliputi suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut dan karbondioksida bebas.
Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui kelimpahan ikan brek dan hubungannya dengan kondisi di lingkungan di Waduk P.B Soedirman, mengetahui pola pertumbuhan ikan brek dilihat dari hubungan panjang dan berat. Mengetahui kondisi reproduksi yang meliputi indeks kematangan gonad (IKG) dan fekunditas ikan brek di Waduk P.B Soedirman.
Penelitian dilaksanakan sejak Juni 2013 hingga September 2013. Lokasi penelitian  dilakukan  di  Waduk  P.B  Soedirman  Banjarnegara  yang  terletak  pada bagian inlet meliputi Desa Kandang wangi (stasiun 1), Desa Karang Kemiri (stasiun 2), Desa Bandingan (stasiun 3); bagian tengah meliputi Desa Karang Jambe (stasiun 4), Desa Wanakarsa (stasiun 5), Desa Bawang (stasiun 6) dan bagian outlet meliputi Desa Siboja (stasiun 7), Desa Tapen   (stasiun 8), Desa Wanadadi (stasiun 9). Pengamatan hubungan panjang dan berat serta rasio kelamin, IKG dan fekunditas dilakukan di Laboraturium Ekologi Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pengukuran diameter telur dilakukan di Laboratorium Pengajaran Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Hasil kelimpahan ikan brek terdapat 45 yang terdiri 35 jantan dan 10 betina. Hasil pengamatan hubungan panjang berat bersifat alometrik negatif dan memiliki nilai  koefisien  yang  tertinggi  pada  stasiun  4.  Rasio  kelamin  menunjukkan  hasil 3,56% jantan dan 1,39% betina. IKG yang diperoleh adalah 22,48 % dan fekunditas keseluruhan adalah 8397 butir. Diameter telur ikan brek berkisar 0,31 – 0,55 mm. Hasil korelasi antara kelimpahan dengan kualitas perairan yang meliputi, tidak ada yang menunjukan korelasi.
 
In Reservoirs of Panglima Besar. Soedirman banjarnegara there are types of wild fish that has not been widely cultivated and potentially widely cultivated for an intensive known as Brek fish (Puntius orpoides). Bioecology information had looked aspect of biology and facets ecology is needed in the business of cultivating fish one brek fish. The aspect of biology includes a pattern of growth and some aspect of reproduction for example the sex ratio, IKG, fecundity and the diameter of eggs. The aspect of ecology covering the temperature, brightness, the depth, the speed of the current, degrees acidity (pH), oxygen dissolved and carbon dioxide free.
Research aims to know abundance Brek fish to do with condition in environment in Reservoirs P.B Soedirman. Knowing pattern growth brek fish seen from relations length and weight. In addition to know the state of reproduction which includes index ripeness of the gonads (IKG ), fecundity brek fish in Reservoirs of PB. Soedirman.
This study was conducted in june 2013 until september 2013. The research is done in Reservoirs of   P.B. Soedirman banjarnegara located on the inlet reach Kandang Wangi (station1 ), Karang Kemiri (station  2 ), Bandingan  ( station  3 ); central portion reach at Karang Jambe (station  4 ), Wanakarsa (station  5 ), Bawang ( station 6 ) and the outlet reach at Siboja (station 7 ), Tapen  (station 8 ) Wanadadi ( station 9 ). Observation relations length and weight, sex ratio, gonado somatic index (GSI) and fecundity ecology laboraturium Faculty Biology, University Jenderal Soedirman. Measuring the diameter of eggs done teaching laboratories the Faculty of Biology, University Jenderal Soedirman.
 
The results of abundance fish brek there were 45 consisting 35 male and 10 female. The results of observations long relationship heavy is alometrik negative and having the value of a coefficient that the highest  at station 4 . ikg obtained is 22,48 % and fecundity whole is 8397 grains. The diameter eggs of brek fish 26.83 0,31 -0,55 mm. With the quality of the results of the correlation between which includes an abundance of waters , which showed no correlation .

SisipanUkuran
B1J010195-1.pdf249.77 KB
B1J010195-2.pdf140.96 KB
B1J010195-3.pdf182.49 KB
B1J010195-4.pdf169.04 KB
B1J010195-5.pdf232.8 KB
B1J010195-6.pdf275.91 KB
B1J010195-7.pdf233.09 KB
B1J010195-8.pdf233.75 KB
B1J010195-9.pdf164.56 KB
B1J010195-10.pdf239.4 KB
B1J010195-11.pdf244.48 KB
B1J010195-12.pdf282.27 KB
B1J010195-13.pdf755.99 KB
B1J010195-14.pdf229.4 KB
B1J010195-15.pdf308.54 KB
B1J010195-16.pdf774.91 KB