Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Hubungan Kekerabatan Anggota Ordo Decapoda (Crustacea: Malacostraca) Dari Sungai Cikawung Kabupaten Cilacap

JudulHubungan Kekerabatan Anggota Ordo Decapoda (Crustacea: Malacostraca) Dari Sungai Cikawung Kabupaten Cilacap
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2014
AuthorsDiana A
AdvisorsNuryanto A, Prabowo RE
DegreeS1
KeywordsCikawung river, Decapod, Decapoda, Diversitas, Diversity, kekerabatan., relationship, Sungai Cikawung
Abstract

Sungai Sungai Cikawung merupakan anak sungai dari DAS Citanduy. Semakin ke arah hilir, sungai tersebut diduga telah mengalami perubahan kualitas fisik dan kimiawi yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kondisi ini diduga telah menimbulkan terjadinya perubahan keberadaan spesies anggota ordo Decapoda di Sungai Cikawung. Akan tetapi, informasi tentang keanekaragaman dan kekerabatan filogenetik anggota Decapoda di Sungai Cikawung belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas dan hubungan kekerabatan spesies anggota ordo Decapoda yang tertangkap di Sungai Cikawung. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak kelompok atau Cluster Random Sampling dengan lokasi yang telah ditetapkan, yaitu di bagian hulu, tengah, dan hilir Sungai Cikawung. Karakter morfologi udang dan kepiting yang diamati berupa rostrum, karapas, pereiopod, pubescence, preanal carina, karpus, merus, abdomen, telson, dan uropod digunakan sebagai variabel pengamatan dan pengukuran. Diversitas spesies dianalisis menggunakan analisis statistik deskripstif berdasarkan karakter morfologi yang dimilikinya. Karakter morfologi yang diperoleh ditransformasi ke bentuk skoring dan dianalisis menggunakan uji parsimoni. Pohon filogenetik direkonstruksi menggunakan software PAUP version 4.b10. untuk mengetahui hubungan kekerabatannya. Proses identifikasi, determinasi dan verifikasi mendapatkan 5 spesies anggota ordo Decapoda, yaitu 3 spesies udang (Macrobrachium pilimanus, Macrobrachium sintangense, dan Macrobrachium lanchesteri), dan 2 spesies kepiting (Parathelphusa convexa dan Parathelphusa bogorensis). Analisis kladistik menghasilkan kladogram dengan panjang langkah 53, indeks konsistensi (CI)= 0,9623 dan indeks retensi (RI)= 0,9200. Spesies anggota ordo Decapoda bersifat monofiletik. P. bogorensis lebih dahulu berkembang disusul dengan P. convexa dan membentuk sub-clade reptantia. Sub-clade kedua terdiri atas M. pilimanus yang berkerabat dekat dengan M. lanchesteri, dan berkembang bersama-sama sebagai advance species, sedangkan M. sintangense merupakan spesies yang lebih primitif pada kelompok udang.
 
Cikawung river is a tributary of Citanduy watershed. The river undergo physical and chemical changes caused by human activity. These conditions lead to alter in decapod’s species diversity at Cikawung River. However, there was no information about diversity and phylogenetic relationship of Decapoda at Cikawung River. Therefore, this study aims to know the species diversity and relationship of the order Decapoda collected at Cikawung river. The samples were collected using survey method with Cluster Random Sampling technique at upper, head, middle, and downstream of Cikawung River. The observed morphological characters were  rostrum, carapace, pereiopod, pubescence, preanal carina, carpus, merus, abdomen, telson, and uropod used as observation and measuring variabel. Species diversity was analyzed descriptively based on morphological characters. Phylogenetic analysis was performed using cladistic analysis with maximum parsimony algorithm as implemented in PAUP software version 4.b10. The analysis was started with transformaation of qualitative into quantitative data. The identification, determination, and verification placed specimens into five (5) species of Decapoda, consisted of three (3) species of shrimps (Macrobrachium pilimanus, Macrobrachium sintangense, and Macrobrachium lanchesteri) and two (2) species of crabs (Parathelphusa convexa and Parathelphusa bogorensis). The cladistic analysis produced cladogram with length of 53 steps, consistency index (CI) of 0.9623, and retention index (RI) of 0.9200. Phylogenetic relationships of Decapoda indicated that Decapoda formed a monophyletic group. P. bogorensis was the most primitive species (or firstly developed) and followed by P. convexa. Both species formed sub-clade as Reptantia. On the Natantia group, M.. sintangense is the most primitive species, whereas M. pilimanus and M. lanchesteri were newly developed species and both species were closely related.