Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Keanekaragaman Dan Pemanfaatan Tumbuhan Paku Terestrial Di Hutan Wisata Curug Cipendok Desa Karangtengah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

JudulKeanekaragaman Dan Pemanfaatan Tumbuhan Paku Terestrial Di Hutan Wisata Curug Cipendok Desa Karangtengah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2013
AuthorsUlfah SM
AdvisorsChasanah T, Hidayah HA
DegreeS1
KeywordsCipendok Waterfall., Curug Cipendok., Diversity, Keanekaragaman, Pemanfaatan, Terrestrial Fern, Tumbuhan Paku Terestrial, utilization
Abstract

Hutan Wisata Curug Cipendok berada di daerah lereng selatan Gunung Slamet yang memiliki kelembaban dan curah hujan tinggi, adanya sungaidan kabut sehingga merupakan kondisi yang sesuai bagi habitat tumbuhan paku terestrial. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui keanekaragaman dan pemanfaatan tumbuhan paku terestrial di Hutan Wisata Curug Cipendok.Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling.Pengambilan sampel tumbuhan paku dilakukan ditigalokasi yang berbeda (pada jalur pendakian dengan ketinggian 700, 800 dan 900 m dpl) arah kanan dan kiri dengan ukuran 10 x 10 m. Sampel tumbuhan paku yang diperoleh diidentifikasi dengan pustaka dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakter masing-masing spesies. Untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan paku terestrial dilakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner terhadap 20 orang (pencari rumput, pencari kayu bakar dan masyarakat yang mengetahui manfaat tumbuhan paku terestrial).Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan paku terestrial yang ditemukan di Hutan Wisata Curug Cipendok ada 13 spesiesyaituCyathea contaminanas (Hk.) Copel., Angiopteria evecta(Forst.) Hoffm., Gleichenia linearis Clarke., Cyclosorus parasiticus(L.) Farwl., Selaginella wildenowii (Desv.) Becker., Lycopodium cernuumL., Adiantum tenerum Sw., Nephrolepis hirsutula (G. Forst.) C. Presl., Nephrolepis falcata (Cap.) C. Chr., , Pityrogramma caleomalanos (L.) Link., Blechnum orientale L., Asplenium normaleDon dan Diplazium esculentum (Retz.) Swartz. Masyarakat di sekitar Hutan Wisata Curug Cipendok memanfaatkan tumbuhan paku terestrial sebagai tanaman hias, sayur dan kayu bakar. Cyclosorus parasiticus(L.) Farwl. mempunyai persebaran sangat luas dari ketinggian 700, 800 dan 900 m dpl dengan frekuensi 83,33%, sedangkan Adiantum tenerumSw.persebarannya terbatas dengan frekuensi 16,7% dan ditemukan hanya pada ketinggian 700 m dpl.
 
Tourism Forest of Cipendok Waterfalllocated in Southern Slope of Mount Slamet havehigh humidity and heavy rainfall. There is a river and fog so it is a condition suitable for terrestrial ferns habitat. The aims of this research were to determine the diversity and utilization of terrestrial fernsat Tourism Forest of Cipendok Waterfall. This research used survey method with puposive random sampling. Ferns samplings were conducted in three different locations (on a route with an altitude of 700, 800 and 900 m asl) each with a size of 10 x 10 m.The obtained ferns samples were identified and analyzed descriptively based on the characters of each species. To examine the utilization of terrestrial ferns by using interview questionnaires to 20 people (grassseekers, firewood seekers and people who know the utilizationof terrestrial ferns). The result of the research showed that the terrestrial ferns were foundin Tourism Forest of Cipendok Waterfall were 13 species such as Cyathea contaminanas (Hk.) Copel., Angiopteria evecta (Forst.) Hoffm., Gleichenia linearis Clarke., Cyclosorus parasiticus (L.) Farwl., Selaginella wildenowii (Desv.) Becker., Lycopodium cernuum L., Adiantum tenerum Sw., Nephrolepis hirsutula (G. Forst.) C. Presl., Nephrolepis falcata (Cap.) C. Chr., Pityrogramma caleomalanos (L.) Link., Blechnum orientale L., Asplenium normale Don and Diplazium esculentum (Retz.) Swartz. People who lived around TourismForest of Cipendok waterfall utilizedterrestrial ferns as house plants, vegetable and fire wood. Cyclosorus parasiticus (L.) Farwl.had the widest distribution at the height of 700, 800 and 900 m asl with a frequency of 83,33%, while Adiantum tenerumSw.had limited distribution with a frequency of 16,7% and were found only at an altitude of 700 m asl.