Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Adsorpsi Zn dan Dekolorisasi Limbah Batik Menggunakan Limbah Baglog Pleurotus ostreatus dengan Sistem Inkubasi dan Volume Limbah Batik Berbeda

JudulAdsorpsi Zn dan Dekolorisasi Limbah Batik Menggunakan Limbah Baglog Pleurotus ostreatus dengan Sistem Inkubasi dan Volume Limbah Batik Berbeda
Publication TypeJournal Article
Year of Publication2012
AuthorsKartikasari TH, Lestari S, Dewi RS
JournalBiosfera
Volume29
Issue3
Date Published09/2012
ISSN0853 - 1625
Keywordsadsorpsi, adsorption, decolorization, dekolorisasi, Iimbah batik, logam Zn, metals Zn, Pleurotus ostreatus, waste batik
Abstract

Batik industry is one of the traditional textile industry in Indonesia which produce wastewater. Pollutants that contained in wastewater such as heavy metal and dyes. White rot fungi (Pleurotus ostreatus) from spent mushroom known can adsorb heavy metal and can decolorize dyes in wastewater. Spent mushroom have potential as an adsorbent because it still contains mycelium and cellulose. The purpose of this research is to know the difference of incubation system and volume of waste batik for adsorption Zn and decolorization by spent mushroom of P ostreatus and the most optimal treatment adsorb Zn and decolorize waste batik. This research used experimental methods in Completely Randomized Design (CRD) with a split plot design. The main parameters observed were the value is the level of metal Zn and absorbance of waste batik. Data were analyzed by analysis of variance (F test) then proceed with a test of Honestly Significant Difference with an error rate of 1% and 5%. The result is spent mushroom of P ostreatus able to adsorb Zn and to decolorize waste batik. The highest Zn adsorption is J2S treatment (62,406%) that was contained 75 ml indigosol green at static incubation. The highest decolorization is J 1 S treatment (77,991%) that was contained 50 ml indigosol green at static incubation
 
Industri batik merupakan salah satu industri tekstil tradisional di Indonesia yang menghasilkan Iimbah cair. Polutan yang terkandung dalam limbah cair batik antara lain logam berat dan warna. White rot fungi (Pleurotus ostreatus) yang diperoleh dan limbah baglog diketahui mampu mengadsorpsi logam berat dan mendekolorisasi limbah cair batik. Limbah baglog jamur memiliki potensi sebagai adsorben karena masih mengandung miselium dan selulosa. Tujuan dan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan sistem inkubasi dan volume limbah batik terhadap proses adsorpsi Zn dan dekolorisasi limbah batik oleh limbah baglog P ostreatus dan perlakuan yang paling optimal dalam mengadsorpsi Zn dan mendekolorisasi limbah batik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan split plot design. Parameter utama yang diamati yaitu kadar logam Zn yang teradsorpsi limbah baglog dan absorbansi limbah batik. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (Uji F) kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kesalahan 1% dan 5%. HasH penelitian menunjukkan limbah baglog jamur P ostreatus mampu mengadsorpsi Zn dan mendekolorisasi limbah batik. Persentase adsorpsi Zn tertinggi diperoleh pada perlakuan indigosol green 75 ml pada inkubasi statis (J2S) yaitu sebesar 62.406%. Persentase dekolorisasi tertinggi diperoleh pada perlakuan indigosol green 50 ml pada inkubasi statis (J1S)yaitu sebesar77,991%.