Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Studi Kasus Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Obat-Obatan Tradisional oleh Masyarakat Adat Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya

JudulStudi Kasus Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Obat-Obatan Tradisional oleh Masyarakat Adat Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya
Publication TypeJournal Article
Year of Publication2012
AuthorsNurmalasari N, Sukarsa, Hidayah HA
Journal Biosfera
Volume29
Issue3
Date Published09/2012
ISSN0853 - 1625
KeywordsKampung Naga, manfaat, Medicinal plants, tumbuhan obat, utilization
Abstract

A study entitled “A Case Study of Plant Utilization as Traditional Medicines by Indigenous Community of Kampung Naga” has been conducted from April-July 2010. The aims of the research to determine the type, how to used and to conserve plants used for medicine by the indegenous community in Kampung Naga. The research method was survey and the data collection was done with census method, interview and questionnaire for the tribe (kuncen), midwife (paraji), community leaders and residents of Kampung Naga. The results of the research showed that there 108 plants species including to 50 families used as medicinal plants. The organ and nutritious plants used as medicine are the roots, rhizomes, tubers, stems, seeds, flowers, fruits, and leaves, or the whole plant parts. The way to use the medicinal plants includes boiing, just posted, and immediately eaten after steaming. The plants used as medicine were obtained from the gardens, forests, yards, roadside, moor and fields. The conservation efforts undertaken by the community of Kampung Naga consist of plant planting and cultural conservation. 
 
Penelitian yang berjudul “Studi Kasus Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat-Obatan Tradisional Oleh Masyarakat Adat Kampung Naga” bertujuan untuk mengetahui jenis, cara pemanfaatan dan cara pelestariantumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obattradisionaloleh masyarakatAdatKampung Naga. Penelitian mi telah selesai dilakukan pada bulan April-Juli 2010. Metode yang digunakan adalah survai dan pengambilan data dilakukan secara sensus dan wawancara dengan menggunakan kuisioner terhadap kepala suku (kuncen), dukun bayi (paraji), tokoh masyarakat dan penduduk Kampung Naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional tercatat ada 108 jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam 50 familia. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan dan berkhasiat sebagai obat adalah akar, rimpang, umbi, batang, daun, bnga, buah, biji, atau seluruh tumbuhan. Cara pemanfaatan tumbuhan obat ada yang direbus, hanya ditempelkan, dimakan langsung dan dikukus. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat diperoleh dan kebun, hutan, pekarangan, pinggir jalan, tegalan dan sawah. Upaya pelestarian yang dilakukan oleh masyarakat Adat Kampung Naga yaitu dengan penanaman kembali tumbuhan dan pelestarian kebudayaan yang sudah turun temurun.