Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Efek 2,4-D dan Kinetin terhadap Pembentukan Kalus Embrio Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) secara Kultur In Vitro

JudulEfek 2,4-D dan Kinetin terhadap Pembentukan Kalus Embrio Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) secara Kultur In Vitro
Publication TypeJournal Article
Year of Publication2012
AuthorsPermadi RMAB, Budisantoso I, Kamsinah
JournalBiosfera
Volume29
Issue3
Date Published09/2012
ISSN0853 - 1625
Keywords2, 4-D, and 2, dan kinetin, in vitro culture, Kacang tanah, Kinetin, kultur in vitro, Peanut
Abstract

The aim of this research is to determine the effect of combinations of 2,4-D hormone and kinetin on the peanut embryo’s callus growth, and to determine the best combination of 2,4-D hormone and kinetin to stimulate the growth of a peanut embryo’s callus. This research uses experimental methods with a completely randomized design (RAL) with factorial pattern. Factor 1:  2,4-D is composed of 3 degrees, which is:0; 20; 40 ppm. Factor 2: Kinetin is composed of 3 degrees, which is: 0; 2; 4 ppm. Thus we obtained 9 combinations, with each treatment repeated 3 times so as to obtain 27 units of treatment. The observed main parameter consist of time to grow callus, wet and dry weight of callus, callus growth percentage and the types of callus formed. The results of the research showed that the combination of 2,4-D and kinetin can stimulate callus formation from embryonic explant of peanut with callus formation time on day 5 after planting, with 0,31 gram wet weight, 0,227 gram dry weight and the percentage of callus formed reaches 100%, which were grouped into embryogenic callus type 52,47%, proliferative callus type 30,25% and senescent callus type 14,82%. 
 
Tujuan penelitian ml adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi hormone 2,4- D dan kinetin terhadap pertumbuhan kalus embrio kacang tanah dan menentukan kombinasi 2,4-D dan kinetin yang terbaik untuk memacu pertumbuhan kalus embrio kacang tanah. Penelitian mi menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor 1: 2,4-D terdiri dan 3 taraf, yaitu: 0; 20; 40 ppm. Faktor 2: Kinetin terdiri dan 3 taraf, yaitu: 0; 2; 4 ppm. Sehingga diperoleh 9 kombinasi, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga memperoleh 27 unit perlakuan. Parameter utama yang diamati terdiri dan waktu tumbuh kalus, berat basàh dan berat kering kalus, persentase tumbuh kalus dan tipe-tipe kalus yang terbentuk. Hasil dan penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 2,4-D dankinetin dapat memacu pembentukan kalus dan eksplan embrio kacang tanah dengan waktu terbentuknya kalus pada han ke-5 setelah tanam, berat basah sebesar 0,31 gram, berat kering sebesar 0,227 gram dan persentase kalus yang terbentuk mencapai 100%, yang berupa tipe kalus embriogenik 52,47%, tipe kalus proliferatif 30,25% dan tipe kalus senesen 14,82%.