Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Biodiversitas dan Pola Distribusi Teritip Intertidal (Cirripedia: Balanomorpha) di Pantai-Pantai Pulau Sumatra dan Kepulauan Sekitarnya

JudulBiodiversitas dan Pola Distribusi Teritip Intertidal (Cirripedia: Balanomorpha) di Pantai-Pantai Pulau Sumatra dan Kepulauan Sekitarnya
Publication TypeReport | Research
Year of Publication2009
AuthorsPrabowo RE, Ardli ER
Abstract

Laporan penelitian biodiveritas teritip di Pulau Sumatra dan kepulauan sekitarnya ini adalah pelaksanaan tahun pertama dari tiga tahun yang direncanakan. Pengambilan sampel tahun pertama ini dilakukan di Propinsi Lampung (Bakauhuni, Kalianda, Teluk Siak, Kota Bandar Lampung, dan Selat Semaka), di Propinsi Bengkulu (Kota Bengkulu dan Pelabuhan Pulau Bai), dan di Propinsi Sumatra Barat (Kota Padang, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Teluk Bungus, dan Pulau Sipora Kepulauan Mentawai). Secara umum ketiga propinsi tersebut mempunyai diversitas teritip yang sangat rendah dibandingkan biodiveritas teritip Indonesia secara umum, dan masuk kedalam regional fauna teritip Indo-Malaya. Hanya Pelabuhan Bakauhuni Lampung yang mempunyai biodiversitas teritip tertinggi yaitu 11 spesies. Kecuali lingkungan pelabuhan yang rata-rata mempunyai diversitas relatif lebih tinggi, keseluruhan pantai ketiga propinsi tersebut mempunyai topologi pantai yang sama yaitu pantai berdasar pasir yang dangkal dengan ombak yang relatif lemah, suatu kondisi yang kurang mendukung settlement larva teritip. Sehingga diversitas rata-rata dari ketiga propinsi tersebut hanya 2 spesies pada tiap lokasinya yang didominasi oleh Chthamalus malayensis. Di Pelabuhan Teluk Bayur ditemukan adanya introduksi spesies asing Striatobalanus taiwanensis yang diduga berasal dari daerah distribusi alamiahnya yaitu Taiwan.

Barnacle biodiversity research of Sumatra Island and surrounding islands has been conducted. In this first term of its three years term, barnacle samples have been collected from three provinces. Barnacles have been recorded from several localities, i.e.; Province of Lampung (Bakauhuni, Kalianda, Siak Cove, City of Bandar Lampung, dan Semaka Strait), Province of Bengkulu (City of Bengkulu dan Port of Pulau Bai), and Province of West Sumatra (City of Padang, Port of Teluk Bayur, Port of Teluk Bungus and Sipora Island of Mentawai Isles). All those provinces belong to Indo-Malayan barnacle’s faunal region and having low barnacle diversity compared to global Indonesian barnacle diversity. A relatively high barnacle diversity has been recorded from Port of Bakauhuni comprises of 11 species. With an exception for port and harbour areas, most coastlines having low barnacle diversity due to uniformity in coastal topology, which is shallow sandy beach with low waves action, a condition which is not suitable for new setlement of barnacle larvae. Along the coast of those three provinces mostly occupied by one or two species and dominated by Chthamalus malayensis. In the Port of Teluk Bayur an introduction of allien species, Striatobalanus taiwanesis, has been recorded which likely transfered by ship from Taiwan.

URLhttp://bio.unsoed.ac.id/sites/default/files/Laporan%20Riset%20Strategis%20Prabowo%20RE%20ER%20Ardli%202009.pdf
Funding Agency

DP2M DIKTI

Grant Scheme

Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional