Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Komunitas Mikroalga Epifitik pada Makroalga Dominan di Perairan Pulau Cemara Besar Karimunjawa sebagai Acuan Kondisi Lingkungan Minim Gangguan

JudulKomunitas Mikroalga Epifitik pada Makroalga Dominan di Perairan Pulau Cemara Besar Karimunjawa sebagai Acuan Kondisi Lingkungan Minim Gangguan
Publication TypeStudent Thesis
Year of Publication2012
AuthorsKrisnamurti T
AdvisorsSarwanto, Prabowo RE
DegreeS1
Keywordscemara besar island karimunjawa., dominance macroalgae, epiphytic microalgae, makroalga dominan, mikroalga epifitik, pulau cemara besar karimunjawa
Abstract

Pulau Cemara Besar merupakan bagian Kepulauan Karimunjawasuatu taman nasional  cagar alam laut yang berada di Laut Jawa. Pulau Cemara Besar ditumbuhi berbagai jenis makroalga, salah satu yang dominan adalah Padina australis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui komunitas mikroalga epifitikpada makroalga dominan di PerairanPulau Cemara Besardengan menghitung indeks kekayaan jenis, indeks kelimpahan tiap jenis, indeks keragamanjenis dan indeks dominansijenisnya; (2) mengetahui variasi komunitas mikroalga epifitik pada makroalga dominan di Perairan Pulau Cemara Besar berdasarkan stasiun penelitiannya; dan (3) mengetahui status kondisi kondisi Perairan Pulau Cemara Besar berdasarkan nilai indeks keragaman jenis mikroalga epifitiknya.Penelitian ini menggunakan metode surveydengan teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga November 2011 di Perairan Pulau Cemara Besar Karimunjawa dan di Laboratorium Pengajaran I Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Pada penelitian ini ditemukan128 jenis mikroalga epifitik yang terdiri dari divisi Chrysophyta (85 jenis), Cyanophyta (19 jenis), Euglenophyta (1 jenis), Dynophyta (4 jenis), dan Chlorophyta (20 jenis). Indek ekologis yang terdiri dari kelimpahan, keragaman, kekayaan, dan dominansi, secara berurutan untuk tiap stasiun adalah sebagai berikut: Stasiun I (125,31sel/cm2; 3,07; 7,02 dan 0,07); StasiunII (209,17 sel/cm2; 3,30; 8,78 dan 0,07); Stasiun III (1335,70 sel/cm2;  4,05; 14,91 dan 0,02); Stasiun IV (16,50 sel/cm2; 1,41; 2,09 dan 0,16). Indeks kesamaan antar stasiun berdasarkan komposisi jenis diurutkan dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah sebagai berikut; Stasiun II dan Stasiun III (38,52%), Stasiun II dan Stasiun I (27,16%),Stasiun I dan Stasiun III (22,95%), Stasiun II dan Stasiun IV (11,32%), Stasiun I dan Stasiun IV (10%), dan antara Stasiun III dan Stasiun IV (8,51%).Status kondisi Perairan Pulau Cemara Besaradalah minim gangguan dilihat dari tingginya indeks keragaman di Stasiun III(4,04), Stasiun II (3,30), Stasiun I (3,06)walaupun di Stasiun IV nilai indeks keragamannya kecil (1,41).
 
Cemara Besar Isletof Karimunjawa Islands, a marine sanctuary and a national park locatedin Java Sea.A variety of macroalgae were found on the coastal waters of Cemara Besar Islet, occurred predominantly by Padina australis. The aims of this researchwere to: (a) determine the community structure of epiphytic microalgae on dominantmacroalgae in the coastal waters of Cemara Besar Isletby measuring the species richness index, abundance index, diversity index,and dominance index in each sampling station, (b) determine the variety of epiphytic microalgae community on dominantmacroalgae  in Cemara Besar Islet,and (c) determine theenvironmental condition of the coastal waters ofCemara Besar Isletbased on diversity index of epiphytic microalgae. This research conducted as a survey and stratified randomized samplingtechniques were implemented to collect samples using sampling plot aligned on transect lines. This research has been carried out in Augustto November 2011 in Karimunjawa Islands and samples were observed in the Teaching Laboratory I of the Faculty of Biology Jenderal Soedirman University. The result showed there were 128 species of epiphytic microalgae comprisingof divisi Chrysophyta (85 species), Cyanophyta (19 species), Euglenophyta (1 species), Dynophyta (4 species) and Chlorophyta (20 species). Ecological indicesmeasured were abundance,diversity,richnessand dominance presented consecutively for each station, i.e.; Station I (125,31 cell/cm2; 3,07; 7,02 and 0,07), Station II (209.17cell/cm2; 3,30; 8,78 and 0,08); Station III (1335.70 cell/cm2; 4,05; 14,91 and 0,02); Station IV (16,50 cell/cm2; 1,41; 2,09 and 0,16). Similarityindicesbetween sampling stations based on species composition are presented in order from largest to smallest, i.e.; Station II and III (38,52%), Station II and Station I (27.16%), Station I and Station III (22.95%), Station II and Station IV (11.32%), Station Iand Station IV (10%) and Station III and Station IV (8.51%). Regarding the diversity indexthe environmental condition of the coastal waters of Cemara Besar Isletwere a minimally disturbed based of diversityindexlargest in Station III (4,04), Station II (3,30), Station I (3,06) althought Station IV (1,41)is smallest.