Fakultas Biologi

Change Font Size

Change Screen

Change Layouts

Change Menu Styles

Cpanel

Biodiversitas Ektoparasit Pada Ikan Nilem (Ossteochilus hasselti) Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Serayu

JudulBiodiversitas Ektoparasit Pada Ikan Nilem (Ossteochilus hasselti) Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Serayu
Publication TypeConference Paper
Year of Publication2010
AuthorsUtami P, Budianto BH, Kusmintarsih ES
Conference NameSeminar Nasional Biodiversitas dan Bioteknologi Sumberdaya Akuatik
Date Published26/06/2010
PublisherLaboratorium Biologi Akuatik
Conference LocationPurwokerto
ISBN Number978-979-16109-4-0
Abstract

Sungai Serayu merupakan salah satu sungai besar di Jawa Tengah. Sungai Serayu banyak mendapat masukan limbah organik dari berbagai aktivitas penduduk di sekitarnya yang dapat menimbulkan perubahan yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan biota perairan. Salah satu jenis ikan yang banyak ditemukan di sungai Serayu adalah ikan Nilem. Banyaknya ikan Nilem yang ditemukan dapat membawa dampak pada organisme lain yang berasosiasi dengannya. Salah satu asosiasi antara ikan nilem dengan organisme parasit disebut parasitisme. Peningkatan derajat asosiasi parasitisme dapat dilihat dari jumlah jenis dan banyaknya individu setiap jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan atau disebut sebagai biodiversitas ektoparasit. Biodiversitas ektoparasit pada ikan yang didukung dengan nilai prevalensi (P), mean intensity (MI), abundance (A) dan pola distribusi dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan nilai indeks
biodiversitas ektoparasit pada ikan Nilem (Osteochilus hasselti) sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Sungai Serayu. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel ikan secara purposive sampling. Jumlah sampel ikan Nilem Sungai Serayu yang diambil sebanyak 75 ekor pada tiap daerah pengambilan sampel. Lokasi pengambilan sampel di daerah Leksono (Kabupaten Wonosobo), daerah Mandiraja (Kabupaten Banjarnegara), dan Bendung Gerak Serayu (Kabupaten Banyumas). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Nilai prevalensi, intensitas serangan rata-rata, kelimpahan dan pola distribusi ektoparasit pada ikan nilem dihitung. Berdasarkan hasil analisis nilai indeks biodiversitas diketahui bahwa keanekaragaman parasit pada ikan Nilem daerah Leksono lebih tinggi dibandingkan daerah Mandiraja dan daerah Bendung Gerak Serayu. Meskipun demikian, nilai prevalensi, intensitas
serangan rata-rata (mean intensity) ektoparasit pada ikan Nilem, kelimpahan (abundance) dan pola distribusinya menunjukkan bahwa stadium hidup bebas ektoparasit memiliki peluang menemukan dan menginfeksi ikan nilem yang relatif sama. Dengan demikian, kondisi perairan Sungai Serayu tergolong baik, dengan kisaran nilai biodiversitas antara 1,24-1,40. Berdasarkan urairan di atas, nilai indeks biodiversitas parasit ikan dapat dijadikan bioindikator kualitas perairan